Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.171 views

Mengilhami Kebenaran dari Objek Kritikan

ADA yang menarik dari pernyataan salah seorang tokoh yang belakangan ia sedang mencari-cari sosok bernama Nasjo, akronim dari Nasrudin Joha dan bersikeras mengungkap siapa sosok dibalik tulisan-tulisannya yang seringkali viral. Tulisan-tulisan Nasjo dianggap mengganggu iklim peradaban dunia maya yang dibangun untuk perdamaian.  Atas alasan itulah Gus Muwafiq mencari tokoh penulis dibalik nama Nasrudin Joha (www.badriologi.com / 06/06/2019)

Bila ditelusuri bersama, tulisan-tulisan penulis dengan nama pena Nasrudin Joha ini telah mewarnai jagat media sosial sejak Juni 2018 silam. Dalam blog-nya, sudah ada sekitar 108 tulisan yang tayang disana. Secara faktual, tulisan bernada kritik terhadap problematika kepemimpinan yang mewarnai rezim saat ini memang sangat lugas, dan tidak jarang analogi yang ringan diberikan sebagai gambaran contohnya berikut analisanya.

Marilah kita sejenak menarik garis lurus, soal apa yang mestinya dimaknai dari sebuah kritikan yang sebetulnya bisa saja mengandung esensi kebenaran didalamnya. Sebuah kritikan dibangung atas dasar kepedulian. Peduli untuk menyampaikan yang sebetulnya tidak sesuai dengan yang sebenarnya dipahami oleh pemberi kritik, atau hasil dari pandangan bersama yang dihimpun oleh subjek penyalur atau penyampai kritik. Sederhananya seperti itu.

Kemudian yang menjadi masalah adalah bila yang diberik kritik lantas tidak memahami sama sekali objek inti dari kritik yang diberikan, atau bisa jadi gagal paham dengan objek kritik tersebut, atau bahkan memilih untuk tidak menerima apapun bentuk kritik yang dilayangkan kepadanya karena menganggap hal itu adalah tudingan semata berasas kebencian padanya. Tentu pemaknaan terhadap kritik itulah yang nantinya akan menentukan apakah memunculkan sikap penyelesaian berdasarkan cernaan yang bijak, atau malah memunculkan permasalahan lain yang baru lagi, sebagai respon atas ketidaksukaannya pada kritik yang dilayangkan tadi.

Disinilah pentingnya bagi mereka yang dikritik agar memiliki kemampuan untuk turut mengilhami kebenaran dari kritik tersebut. Hal yang diperlukan adalah kepiawaian sikap Ikhlas. Ikhlas adalah kebesaran jiwa untuk menerima kenyataan sekalipun itu pahit adanya. Sebab mereka yang ikhlas tidak akan mempertimbangkan perkataan para pendengki, apatah lagi sekedar mencari muka para pemuji. Ini tidak perlu, sebab bertambahnya kebaikan pada diri adalah karena apa yang tersemat pada diri, bukan karena penilaian yang lain.

Kita bisa belajar keikhlasan dari para Imam Madzhab, salah satunya Imam Syafi'i Rahimahullah, dalam setiap persoalan yang menjadi ijtihad beliau, beliau tidak malu untuk mengakui kekhilafan dan kesalahan. Diantara perkataan yang masyhur berkenaan dengan keputusan ijtihad tersebut adalah :

رأيي صواب ويحتمل الخطأ ورأي غيري خطأ يحتمل الصواب

“Pendapatku benar, tapi bisa jadi salah. Dan pendapat selain ku itu salah, tapi bisa jadi benar”

Demikianlah sikap pemimpin yang semestinya. Bisa dibayangkan bila pemimpin berlaku adil seperti itu, tentulah atmosfer kedamaian atau ketentraman adalah suatu keniscayaan. Jadi pernyataan sebelumnya diatas yang menganggap kritikan sebagai pengganggu iklim peradaban dunia maya yang dibangun atas perdamaian adalah kekeliruan yang mesti dibantah. Sebab bila tidak ada kritikan sama sekali, bagaimana seorang pemimpin bisa mengevaluasi kebijakan atau sikapnya yang salah? Tidak ada tolok ukur yang pasti selain apa yang dianggap benar dalam kacamatanya. Bukankah hal ini justru akan menimbulkan asumsi adanya sikap otoritarianism kekinian bagi rakyat?

Agaknya hari ini kita merasakan adanya kekeliruan sikap pemimpin kita. Dimana pengungkap kebenaran yang tidak sesuai dengan kacamata pemerintah, pasti dikatakan hoax. Adapun berita yang itu mengkritik pemerintah akan dikatakan sebagai ujaran kebencian, dan banyak fenomena lain yang membuat geleng-geleng kepala.

Aspek yang dipikirkan bukan lagi kebenaran dari objek kritikan, melainkan pembenaran semata. Apakah sedemikian pentingnya kekuasaan bila dibandingkan dengan harga diri sebagai seorang pemimpin? sampai-sampai segala celah yang dipandang bisa merugikan diri dan kekuasaan akan dibatasi dan diawasi sedemikian rupa bahkan sampai menghalalkan segala cara, termasuk mengkadali hukum agar tidak leluasa menjerat sang empunya kuasa.*

Salsabila Maghfoor

Aktivis Mahasiswa, Demisioner Staff Kastrat BEM FTP

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Himi Persis Luncurkan Buku Muslimah on Fire pada Pembukaan Muktamar ke IX

Himi Persis Luncurkan Buku Muslimah on Fire pada Pembukaan Muktamar ke IX

Ahad, 25 Aug 2019 01:48

Kesultanan Papua Bagian dari Kesultanan Melayu Raya

Kesultanan Papua Bagian dari Kesultanan Melayu Raya

Ahad, 25 Aug 2019 00:20

Benarkah Indonesia Bebas dari Penjajahan?

Benarkah Indonesia Bebas dari Penjajahan?

Sabtu, 24 Aug 2019 23:58

Turki Luncurkan Operasi Militer 'Claw 3' di Irak Utara

Turki Luncurkan Operasi Militer 'Claw 3' di Irak Utara

Sabtu, 24 Aug 2019 23:57

[VIDEO] Oktober 2019, Barang Gunaan di Indonesia Wajib Sertifikasi Halal

[VIDEO] Oktober 2019, Barang Gunaan di Indonesia Wajib Sertifikasi Halal

Sabtu, 24 Aug 2019 22:52

Facebook akan Pekerjakan Beberapa Jurnalis Amerika untuk Mengkurasi Berita Global

Facebook akan Pekerjakan Beberapa Jurnalis Amerika untuk Mengkurasi Berita Global

Sabtu, 24 Aug 2019 22:48

Dokter AS Sebut Rokok Elektrik Akibatkan Kematian karena Penyakit Paru-paru

Dokter AS Sebut Rokok Elektrik Akibatkan Kematian karena Penyakit Paru-paru

Sabtu, 24 Aug 2019 22:05

Maroko Tuduh UEA Berikan Dukungan Kepada Pemberontak Sahara Barat

Maroko Tuduh UEA Berikan Dukungan Kepada Pemberontak Sahara Barat

Sabtu, 24 Aug 2019 21:45

Kebijakan Impor Ala Keran Bocor

Kebijakan Impor Ala Keran Bocor

Sabtu, 24 Aug 2019 21:39

Teknologi 'Artificial Intelligence' Tempatkan Dunia dalam Bahaya

Teknologi 'Artificial Intelligence' Tempatkan Dunia dalam Bahaya

Sabtu, 24 Aug 2019 21:30

17 Anggota Pasukan Haftar Menyerahkan Diri ke Pemerintah Tripoli

17 Anggota Pasukan Haftar Menyerahkan Diri ke Pemerintah Tripoli

Sabtu, 24 Aug 2019 21:15

Pemukim Ilegal Yahudi Timpuki Mobil-mobil Palestina dengan Batu di Hebron dan Nablus

Pemukim Ilegal Yahudi Timpuki Mobil-mobil Palestina dengan Batu di Hebron dan Nablus

Sabtu, 24 Aug 2019 20:45

LSM di Turki Memprotes Langkah India Terhadap Kashmir

LSM di Turki Memprotes Langkah India Terhadap Kashmir

Sabtu, 24 Aug 2019 20:38

Membangun Militansi Indonesia

Membangun Militansi Indonesia

Sabtu, 24 Aug 2019 20:32

Pengacara Presiden Terguling Sudan Minta Pembebasan Omar Al-Bashir dengan Jaminan

Pengacara Presiden Terguling Sudan Minta Pembebasan Omar Al-Bashir dengan Jaminan

Sabtu, 24 Aug 2019 20:15

PBB: Lebih dari 45 Ribu Pengungsi Memasuki Eropa pada 2019

PBB: Lebih dari 45 Ribu Pengungsi Memasuki Eropa pada 2019

Sabtu, 24 Aug 2019 20:10

Masalah Menumpuk, Fahri: Lebih Baik Istana Diblokir

Masalah Menumpuk, Fahri: Lebih Baik Istana Diblokir

Sabtu, 24 Aug 2019 19:31

PW PII Jawa Barat Audiensi dengan Dinas Pendidikan

PW PII Jawa Barat Audiensi dengan Dinas Pendidikan

Sabtu, 24 Aug 2019 19:23

Muslim Moro Resmi Punya Bendera Sendiri

Muslim Moro Resmi Punya Bendera Sendiri

Sabtu, 24 Aug 2019 19:03

Pakistan Kembali Minta PBB Intervensi Kasus Kashmir

Pakistan Kembali Minta PBB Intervensi Kasus Kashmir

Sabtu, 24 Aug 2019 18:57


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X