Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.406 views

Budaya Tabayyun, Solusi Konstruktif Cegah Hoaks di Era Milenial

 

Oleh: 

Fauziah Ramdani

Ketua Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia

 

PERNAHKAH suatu hari kita membaca informasi, mendengar cerita dari mulut ke mulut, atau menikmati  sajian dunia maya dengan segala kompleksitasnya lalu setelah itu sadar atau tidak kita hanyalah satu diantara sekian banyak  korban hoaks informasi?

Atau pernahkah suatu waktu kita disibukkan dengan ‘postingan-postingan’ mengejutkan yang padahal adalah drama (settingan) belaka?

Apa yang terjadi dewasa ini di era 4,0  cukup memprihatinkan. Kecanggihan teknologi-informasi tidak jarang menjadi faktor perpecahan di kalangan internal umat Islam bahkan menjadi pemecah belah keutuhan negara. Bayangkan saja, seseorang hanya dengan  modal potongan video yang di-framing sesuai kehendak personal atau kelompok misalnya, maka orang yang tak sama pemahamannya dengan begitu mudah menyebarluaskannya atau memviralkannya di media sosial hingga akhirnya  bisa menimbulkan kegaduhan publik.

Fenomena dizaman modern yang semakin tersebar dan merambat hampir keseluruh lapisan masyarakat setelah hadirnya media sosial begitu kompleks. Media sosial memang bukanlah ‘barang baru’  bagi masyarakat urban hari ini. Media sosial diakui seiring bertambahnya usia dunia tidak jarang menjadi  produk terbaik namun kehadirannya menjadi polemik. Padanya kita bisa menemukan jutaan hiburan, informasi dan lika-liku kehidupan dengan hanya sekali klik saja, juga sekaligus padanya kita bisa menonton, membaca dan mendengar ragam kejadian yang justru hanyalah dusta semata. 

Itulah mengapa tidak sedikit yang menggunakannya  untuk meraup keuntungan  walau harus menghalalkan berbagai cara, bertindak destruktif, merusak pilar-pilar kehidupan manusia atas nama materi, prestise dan  persaingan kehidupan. Mereka yang disebut pelaku penyebar berita bohong (hoax) tentu saja telah banyak melanggar undang-undang hukum pidana juga asasinya mereka  menabrak banyak  rambu-rambu norma Ilahi yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.

Hari ini kita begitu mudah menemukan kasus-kasus  disosial  media  yang notifikasi kondisinya  hampir sama, dimana  Informasi yang tersebar  bersifat bohong atau dusta dan tidak mengandung unsur klarifikasi (tabayyun).  Apa saja fenomena  akan menjadi  viral, terkenal dan menjadi pusat perhatian para pengguna sosial media. Seorang anak kecil bisa saja viral karena nyanyiannya, seorang ibu bisa saja viral karena pekerjaan yang digelutinya ,seorang belia bisa saja viral karena  hobinya dan masih begitu banyak  kejadian-kejadian yang seolah menjadi suatu kondisi luar biasa karena  lihainya penyebar berita melakukan framing berita. IItulah bukti konkret ketika kecanggihan teknologi-informasi tak diiringi dengan adanya semangat  tabayyun (klarifikasi) hingga akhirnya yang ada hanyalah fitnah dan adu domba.

Tabayyun merupakan proses  mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Kita meneliti dan meyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya. Tabayyun sangat dibutuhkan di zaman yang penuh fitnah ini.  Sejatinya tabayyun diera hari harus menjadi karakter unggul.Imam Asy Syaukani rahimahullah berkata, “Yang dimaksud dengan tabayyun adalah memeriksa dengan teliti dan yang dimaksud dengan tatsabbut adalah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa, melihat dengan keilmuan yang dalam terhadap sebuah peristiwa dan kabar yang datang, sampai menjadi jelas dan terang baginya.”  (Fathul Qadir, 5:65).

Seorang yang memperoleh berita hoaks, tidak mudah mengurai berita tersebut hingga menjadi pembicaraan lanjutan masyarakat dunia maya. Apa yang bisa kita lakukan? Kita seharusnya menelisik terlebih dahulu pada apa yang akan disebarkannya. Melakukan tabayyun atau chek and rechek terhadap segala informasi, menguji kebenaran konten sebuah berita, menelesuri sumber berita, melakukan klarifikasi, serta membandingkan sebuah berita yang disebarkan oleh satu sumber dengan sumber-sumber yang lain. Menghimbau kepada  penikmat media sosial untuk tidak membicarakan berita atau informasi yang belum jelas asal-usulnya. Dengan begitu sebenarnya masyarakat telah menutup pintu rapat-rapat dari peluang masuknya berita atau pun informasi hoax di lingkungan masing-masing. Mendiamkan berita yang tidak jelas, adalah tindakan tepat untuk memutus mata rantainya supaya tidak tersebar luas.

Nabi  shallallahu’alaihi wasallam pun juga pernah mengingatkan dalam riwayat Baihaqi bahwa: “Kehati-hatian adalah dari Allah dan tergesah-gesah adalah dari setan.”

Beragam kisah bisa kita temukan dari para Sahabat Nabi shallallahu’alaihi wasallam  akan terawatnya spirit tabayyun  dizamannya. Suatu saat khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu mendapat laporan wanita yang berbuat zina. Beliau lalu memerintahkan untuk merajamnya. Di tengah perjalanan, seorangpetugas rajam bertemu dengan Ali. Ali bertanya mengenainya kemudian melepaskan tangan wanita itu dari mereka. Dilaporkanlah peristiwa itu kepada Umar Radhiyallahu ‘anhu. Dan beliau berkeyakinan bahwa tidak mungkin Ali melakukan itu tanpa alasan. Alhasil, setelah diklarifikasi wanita ini bukanlah wanita biasa, Ia adalah wanita gila dan kemungkinan ada yang memperkosanya. Akhirnya, keputusan pun dicabut. (HR. Ahmad)

Adapula kisah Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah yangdidatangi seseorang  melaporkan suatu (keburukan) seseorang. Umar tak langsung menerimanya tapi berkomentar, “Kami akan menunggu terlebih dahulu perkaramu, jika kamu berdusta maka kamu masuk pada ayat “jika datang kepadamu orang fasik dengan suatu berita maka tabayunlah” (QS. Al-Hujurat [49]: 6) dan jika kamu benar, maka kamu masuk dalam ayat “yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,” (QS. Al-Qalam [69]: 11). “Jika kamu mau, maka kami akan memaafkanmu.” Lalu orang itupun meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. (Adz-Dzammar, Tashfiyah al-Quluub min Adraan al-Auzaar, 107).

Apa Yang bias kita petik dari kisah tersebut diatas? Semoga kita mampu menjadi pengguna sosial media yang bijak dan ramah terhadap berita informasi yang hadir disekeliling kita, mampu menahan diri untuk tidak turut andil menyebar berita dusta tanpa adanya tabayyun (klarifikasi) terlebih dahulu,sehingga terwujud ketentraman hidup. Aamiin. Wallahua’lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
MUI, Lantangkan Suaramu untuk Tegaknya Syariat

MUI, Lantangkan Suaramu untuk Tegaknya Syariat

Sabtu, 16 Nov 2019 05:39

Dorong Ormas Islam Bentuk Koperasi, Menteri ATR Dukung Kemajuan Ekonomi Ummat

Dorong Ormas Islam Bentuk Koperasi, Menteri ATR Dukung Kemajuan Ekonomi Ummat

Jum'at, 15 Nov 2019 21:08

Jusuf Kalla Dijadwalkan Buka Muktamar ke-6 KBPII

Jusuf Kalla Dijadwalkan Buka Muktamar ke-6 KBPII

Jum'at, 15 Nov 2019 20:22

Menlu AS Sebut Koalisi Anti-Islamic State Harus Pindah Fokus ke Afika Barat dan Sahel

Menlu AS Sebut Koalisi Anti-Islamic State Harus Pindah Fokus ke Afika Barat dan Sahel

Jum'at, 15 Nov 2019 17:05

Laporan: Islamic State Terbitkan 'Panduan' Bagi Calon Serigala Tunggal

Laporan: Islamic State Terbitkan 'Panduan' Bagi Calon Serigala Tunggal

Jum'at, 15 Nov 2019 16:05

Tentara Turki Bangun Pangkalan Militer Baru di Timur Laut Suriah

Tentara Turki Bangun Pangkalan Militer Baru di Timur Laut Suriah

Jum'at, 15 Nov 2019 15:05

Ratna Megawangi: Bangun Pendidikan Karakter Harus dengan Jiwa Mutmainnah

Ratna Megawangi: Bangun Pendidikan Karakter Harus dengan Jiwa Mutmainnah

Jum'at, 15 Nov 2019 10:50

Sandiaga Uno Katakan Revolusi Industri 4.0 Membawa Berkah Buat Pengusaha

Sandiaga Uno Katakan Revolusi Industri 4.0 Membawa Berkah Buat Pengusaha

Jum'at, 15 Nov 2019 09:33

Israel Kembali Serang Gaza Hanya Sehari Setelah Kesepakatan Gencatan Senjata

Israel Kembali Serang Gaza Hanya Sehari Setelah Kesepakatan Gencatan Senjata

Jum'at, 15 Nov 2019 08:45

Ketika Imam Kentut

Ketika Imam Kentut

Jum'at, 15 Nov 2019 08:14

Adhie Massardi: Kemerosotan Ekonomi Nasional Bukan Isu, tapi Fakta

Adhie Massardi: Kemerosotan Ekonomi Nasional Bukan Isu, tapi Fakta

Jum'at, 15 Nov 2019 07:35

Tahun 2020, Pemerintah Wajibkan Sertifikasi Perkawinan Calon Pengantin

Tahun 2020, Pemerintah Wajibkan Sertifikasi Perkawinan Calon Pengantin

Kamis, 14 Nov 2019 23:51

Tersangka Anggota IS Amerika yang Terdampar di Perbatasan Turki-Yunani Akan Dideportasi ke AS

Tersangka Anggota IS Amerika yang Terdampar di Perbatasan Turki-Yunani Akan Dideportasi ke AS

Kamis, 14 Nov 2019 22:35

Krisis Moral Bangsa, Akibat Pendidikan ala Sekuler?

Krisis Moral Bangsa, Akibat Pendidikan ala Sekuler?

Kamis, 14 Nov 2019 21:56

Sambangi DPP Wahdah Islamiyah, Forjim Bahas Kerja Sama Jurnalistik

Sambangi DPP Wahdah Islamiyah, Forjim Bahas Kerja Sama Jurnalistik

Kamis, 14 Nov 2019 21:08

Pemilu Tidak Langsung dan Jabatan Presiden Diperpanjang?

Pemilu Tidak Langsung dan Jabatan Presiden Diperpanjang?

Kamis, 14 Nov 2019 19:46

FPKS Minta Pemerintah Jangan PHP Soal Omnibus Law

FPKS Minta Pemerintah Jangan PHP Soal Omnibus Law

Kamis, 14 Nov 2019 16:15

Di Muktamar KBPII, Soetrisno Bachir Kampanyekan Nasionalisme Baru

Di Muktamar KBPII, Soetrisno Bachir Kampanyekan Nasionalisme Baru

Kamis, 14 Nov 2019 15:44

Jihad Islam Hentikan Serangan Roket dari Gaza Setelah Israel Setujui Syarat Gencatan Senjata

Jihad Islam Hentikan Serangan Roket dari Gaza Setelah Israel Setujui Syarat Gencatan Senjata

Kamis, 14 Nov 2019 15:15

Wanita Tabarruj dan Bertingkah Laku Jahiliyah

Wanita Tabarruj dan Bertingkah Laku Jahiliyah

Kamis, 14 Nov 2019 14:47


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X