Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.779 views

Tak Jadi Presiden, Prabowo Tetap King Maker Handal

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Pilpres 2019 sudah berlalu. Semua rakyat tahu hasilnya. Meski kontroversial, tetap saja harus berpedoman pada konstitusi. Soal Prabowo ucapin selamat atau tidak, itu bukan hal yang fundamental. Megawati juga dua periode kalah, tak mengucapkan selamat kepada SBY. Bertemu saja tidak. Ini hanya masalah situasi saja. Untuk menjaga psikologi para pendukung. Prabowonya sendiri tak ada masalah.

Ucapan selamat tak perlu diributkan. Negara gak cacat tanpa ucapan selamat. Keputusan MK dan ketetapan KPU juga gak batal karena tak ada ucapan selamat. Toh mantan danjen kopassus ini sudah secara intens menjalin komunikasi dengan sejumlah elit istana. Kabarnya sudah berulangkali melakukan pertemuan. Sudah ketemu? Kapan? Sama LBP? Sama BG? Ah, kepo lu!

Tidakkah ini bagian dari i'tikad untuk rekonsiliasi? Rekonsiliasi dalam pengertian memulihkan hubungan agar normal kembali setelah agak tegang selama pilpres berlangsung. Rekonsiliasi dalam pengertian bagi-bagi kursi? Itu kan belum ada keputusan. Ente aja suka manas-manasin. Emang kalau gabung, ente juga mau minta jatah kursi? Hehe... Bercanda.

Soal kenapa rakyat, khususnya para pendukung Prabowo belum bisa terima hasil pilpres, ini menjadi PR bagi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Mesti ada upaya untuk melakukan: Pertama, pemerintah perlu bersikap dan berkomunikasi lebih persuasif. Merangkul bukan memukul. Jangan biarkan orang-orang yang sedang cari muka untuk bertindak seolah-olah membela dan melindungi Jokowi dengan gaya komunikasi yang keras dan kasar. Tindakan represi hanya akan menidurkan kemarahan rakyat untuk sementara waktu. Dalam jangka panjang kemarahan yang tertekan itu akan bangun dan meledak. Ini hanya soal momentum saja.

Kedua, tunjukkan kemampuan pemerintah menyelesaikan problem negara. Kalau negara aman-aman saja; ekonomi stabil, harga stabil, rakyat gak kelaparan, lapangan pekerjaan tersedia, listrik, tol dan TDL gak naik, maka ini bisa jadi obat yang menyembuhkan luka akibat Pilpres. \

Ketiga, sikap adil. Sebagaimana Jokowi dalam sambutan kemenangannya mengungkapkan; ia adalah presiden seluruh rakyat Indonesia. Saatnya membuktikan, bahwa ia bisa bersikap dan berprilaku adil terhadap semua rakyatnya. Terutama adil di aspek hukum. Tak lagi ada dikotomi antara pendukung dan non pendukung. Semua dilayani dan diperlakukan sama di depan hukum.

Jika tiga poin ini mampu direalisasikan Jokowi-Ma'ruf, dengan sendirinya rasa simpati dan respek rakyat akan tumbuh. Gak perlu ngajari rakyat bagaimana cara mengapresiasi. Gak perlu juga ada ancaman-ancaman. Cukup lakukan komunikasi yang baik, bersikap adil, dan tunjukkan prestasi dalam mengurus negara ini, rakyat dengan sendirinya akan mengapresiasi. Simpel!

Di sisi lain, bagimana dengan nasib Prabowo? Tetap sebagai ketua partai besar. Yaitu Gerindra. Meski belum bernasib baik untuk menang dalam pilpres, jasa Prabowo harus diakui cukup besar untuk negeri ini. Terutama keberhasilannya melahirkan tokoh-tokoh potensial untuk menjadi pemimpin di negeri ini. Ridwan Kamil adalah salah satu hasil tangan dingin Prabowo. Setelah Gerindra kasih tiket, Ridwan Kamil jadi walikota Bandung. Dan sekarang jadi gubernur Jawa Barat.

Jokowi, juga hasil dari jerih payah Prabowo membawanya ke Jakarta. Plus tiket partai dan biaya nyagub. Meski akhirnya dua kali mengalahkan Prabowo di pilpres 2014 dan 2019. Seorang mentor mesti bangga jika anak asuhnya bisa melampaui prestasi dan karir dirinya. Curang kok bangga? Di Mahkamah Konstitusi gak ada kecurangan. Setidaknya, itu secara konstitusional. Secara moral? Silahkan berdebat!

Anies Baswedan, tokoh yang pernah berseberangan politik di pilpres 2014 ini akhirnya dimentori oleh Prabowo untuk maju di Pilgub DKI. Dan Anies berhasil mengalahkan anak asuh Prabowo yang dianggap mbalelo, yaitu Ahok. Anies sadar itu. Karenanya, Anies jaga loyalitas dan tak akan pernah mau menghianati Prabowo. "Cukup orang lain saja yang berkhianat, tapi bukan saya," kata Anies. Makanya, ketika Anies dirayu dan dibujuk oleh sejumlah partai, bahkan juga oleh ormas terbesar di Indonesia untuk maju di pilpres 2019, dengan tegas Anies menolak. Kenapa nolak Nis? "Saya tak ingin menghianati Pak Prabowo", jawabnya tegas.

Sebagai King Maker, peran dan kelihaian Prabowo tak diragukan. Dia punya partai dan tak segan rogoh kocek pribadi untuk biayai anak asuhnya nyalon jadi kepala daerah. Tidak hanya anak asuh di partainya, tapi juga kader-kader bangsa terbaik di luar Gerindra. Dan semua itu dilakukan tanpa pamrih, dan tak ada "undertable transaction". Ini yang juga diakui oleh Ahok dan Ridwan Kamil. Juga oleh Anies Baswedan. Hanya Jokowi yang masih ditunggu kerendahan hatinya untuk mengakui itu. Sampai disini, ungkapan Gus Dur bahwa Prabowo adalah salah satu tokoh yang paling ikhlas, telah mendapatkan buktinya.

Setelah pilpres, Prabowo dihadapkan dua pilihan. Oposisi, atau gabung ke Jokowi-Ma'ruf. Kalau Prabowo gabung, para pendukung kecewa dan akan balik kanan. Lalu mengucapkan "goodbye Jenderal".

Para pendukung umumnya, atau malah semuanya, menginginkan Prabowo oposisi. Sembari sebagai oposisi, Prabowo kembali jadi King Maker. Menyiapkan kader untuk menjadi kepala-kepala daerah. 2020 besok ada 60 pilkada. Juga untuk menjadi pemimpin nasional lima tahun kedepan. Prabowo mesti mulai mengidentifikasi siapa kader-kader potensial yang tidak hanya punya integritas, kapasitas dan loyalitas, tapi juga punya peluang untuk menang. Butuh kerja yang terencana.

Untuk di tingkat nasional, Prabowo punya Anies Baswedan, gubernur DKI yang lagi naik daun. Rakyat bilang Anies adalah rising star. Tokoh yang jadi harapan masa depan rakyat. Saat ini, rakyat menjuluki Anies sebagai "Gubernur Indonesia".  Integritas, kapasitas dan loyalitas tak diragukan. Potensi kemenangannya juga besar. Ini fakta di sejumlah hasil survei.

Apakah Prabowo akan benar-benar menyiapkan Anies Baswedan untuk menyembuhkan luka kekalahannya dua kali dari Jokowi? Kita tunggu. Sebab, pilihan ini nampaknya kedepan paling rasional buat Prabowo dan Gerindra.

Di bawah asuhan Prabowo sebagai mentor dan king maker, Anies sangat berpeluang menjadi calon terkuat di pilpres 2024 nanti. Apalagi jika PKS tetap berada dalam persekutuannya dengan Gerindra. Maka, soliditas para pendukung Prabowo akan semakin kuat dan efektif sebagai mesin kemenangan.

Jika Anies terpilih jadi presiden 2024 dari Gerindra, maka akan meneguhkan kembali prestasi Prabowo sebagai "King Maker" handal. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 11/7/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

Latest News
Provinsi Babel Siap Jadi Tuan Rumah Kongres Umat Islam 2020

Provinsi Babel Siap Jadi Tuan Rumah Kongres Umat Islam 2020

Sabtu, 21 Sep 2019 10:15

Akhirnya Mahasiswa Bergerak

Akhirnya Mahasiswa Bergerak

Sabtu, 21 Sep 2019 09:55

Kerja Seorang Muslim

Kerja Seorang Muslim

Sabtu, 21 Sep 2019 09:51

Pak Menteri, RRC yang Paling Senang Penghapusan Sejarah Perang Jihad

Pak Menteri, RRC yang Paling Senang Penghapusan Sejarah Perang Jihad

Sabtu, 21 Sep 2019 09:02

Ribuan Warga Australia Demo tentang Perubahan Iklim

Ribuan Warga Australia Demo tentang Perubahan Iklim

Jum'at, 20 Sep 2019 23:07

Menyapu dan Memasak dalam Kondisi Junub?

Menyapu dan Memasak dalam Kondisi Junub?

Jum'at, 20 Sep 2019 22:15

Sekjen PBB dan Kepala ICRC Serukan Gencatan Senjata di Tripoli

Sekjen PBB dan Kepala ICRC Serukan Gencatan Senjata di Tripoli

Jum'at, 20 Sep 2019 22:09

Rusia dan Cina Memveto Usulan Gencatan Senjata di Idlib

Rusia dan Cina Memveto Usulan Gencatan Senjata di Idlib

Jum'at, 20 Sep 2019 21:25

Phobia Materi Perang di Madrasah, Narasi Absurd Rezim Kalut

Phobia Materi Perang di Madrasah, Narasi Absurd Rezim Kalut

Jum'at, 20 Sep 2019 21:05

Korea Selatan Khawatir Demam Babi Afrika Melanda Wilayah Mereka

Korea Selatan Khawatir Demam Babi Afrika Melanda Wilayah Mereka

Jum'at, 20 Sep 2019 21:00

Indonesia Mempermudah Investasi Asing, Ada Apakah?

Indonesia Mempermudah Investasi Asing, Ada Apakah?

Jum'at, 20 Sep 2019 20:51

Turki Tangkap 4 Orang Asing Diduga Miliki Hubungan dengan Islamic State

Turki Tangkap 4 Orang Asing Diduga Miliki Hubungan dengan Islamic State

Jum'at, 20 Sep 2019 20:21

Pembatasan Usia Pernikahan, Solusi atau Ilusi?

Pembatasan Usia Pernikahan, Solusi atau Ilusi?

Jum'at, 20 Sep 2019 19:52

Mantan Diktator Tunisia yang Digulingkan dalam Musim Semi Arab, Ben Ali Mati di Pengasingan

Mantan Diktator Tunisia yang Digulingkan dalam Musim Semi Arab, Ben Ali Mati di Pengasingan

Jum'at, 20 Sep 2019 19:35

Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Konfirmasi Pembicaraan dengan Taliban Sudah Mati

Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Konfirmasi Pembicaraan dengan Taliban Sudah Mati

Jum'at, 20 Sep 2019 19:16

Twitter Tangguhkan Akun Twitter Dalang Pembunuhan Jamal Khashoggi Saud Al-Qahtani

Twitter Tangguhkan Akun Twitter Dalang Pembunuhan Jamal Khashoggi Saud Al-Qahtani

Jum'at, 20 Sep 2019 19:05

PM Pakistan Bahas Masalah Kashmir dengan Putra Mahkota Saudi

PM Pakistan Bahas Masalah Kashmir dengan Putra Mahkota Saudi

Jum'at, 20 Sep 2019 18:12

Koalisi Pimpinan Saudi Hancurkan 4 Situs Perakitan Kapal dan Ranjau Syi'ah Houtsi di Hodeida

Koalisi Pimpinan Saudi Hancurkan 4 Situs Perakitan Kapal dan Ranjau Syi'ah Houtsi di Hodeida

Jum'at, 20 Sep 2019 17:45

Pernikahan Dini Solusi Ditengah Dekadensi Moral Generasi

Pernikahan Dini Solusi Ditengah Dekadensi Moral Generasi

Jum'at, 20 Sep 2019 17:05

Rusia Tolak Tuduhan Tak Berdasar Tentang Serangan terhadap Aramco

Rusia Tolak Tuduhan Tak Berdasar Tentang Serangan terhadap Aramco

Jum'at, 20 Sep 2019 17:04


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X