Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.288 views

Rekonsiliasi dan Konstalasi Politik Pasca MRT

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Prabowo dan Jokowi sudah bertemu (13/7/2019). MRT Lebak Bulus jadi saksi. Kenapa di MRT? Mungkin ingin memberi kesan "gaul" dan menyampaikan pesan ke publik bahwa mereka berdua siap menjalankan kereta bangsa ini.

Budi Gunawan (BG), ketua BIN yang kabarnya cukup dekat dan jadi orang kepercayaan Megawati ini adalah sosok yang disebut-sebut sukses mendesign acara rekonsiliasi di MRT itu. Rekonsiliasi itu semakin matang setelah ditindaklanjuti dalam pertemuan "Bawang Putih" di Teuku Umar, rumah tinggal Megawati (24/7/2019). Disebut Pertemuan "Bawang Putih", karena Megawati menyiapkan bawang putih yang dipilihnya sendiri untuk nasi goreng spesial buat mantan cawapresnya di pilpres 2009, yaitu Prabowo Subianto. Pertemuan ini menjadi perhatian karena dihadiri oleh Prabowo, kubu yang lima tahun terakhir ini jadi oposisi, dan Megawati, ketua umum partai yang mengusung pemenang pilpres 2014 dan 2019 yaitu Jokowi.

Selain didampingi putera-puterinya, Megawati juga ditemani Pramono Anung dan BG. Kok ada BG? BG bukan kader PDIP, dan bukan pula kader partai apapun. Meski bukan kader partai, BG punya peran penting buat Jokowi dan Megawati. Ada dugaan, BG akan menggantikan peran Luhut Binsar Panjaitan (LBP) yang sudah "pamitan" di atas pusaran kubur seniornya LB Moerdani, mantan Pangab era Soeharto.

Mungkinkah tampilnya BG ini bagian dari persiapan pilpres 2024? Maksudnya BG digadang-gadang jadi capres 2024 untuk melawan Anies Baswedan? Sepertinya design-nya memang untuk itu. Kalau benar, maka rekruitmen Prabowo ke dalam gerbong istana bisa diartikan sebagai upaya memotong jalur Anies ke Gerindra.

BG, selaku ketua BIN merasa berkepentingan untuk menjaga stabilitas nasional, agar bangsa ini tidak terbelah, kata Wawan Hari Purwanto, juru bicara BIN (24/7). Ada betulnya. Dan seharusnya memang begitu. Tapi, apakah harus tampil? Ikut duduk dan makan semeja dengan Prabowo-Megawati? Sutradara itu perannya di belakang layar. Tidak ada sutradara yang ikut casting, kecuali sang sutradara memang menjadi bagian dari aktor.

Pertemuan di MRT dan Teuku Umar membuat faksi Surya Paloh cs, yaitu Nasdem, PKB, PPP dan Golkar ketar-ketir. Mereka khawatir karena merasa terancam kekuatan posisioningnya di partai koalisi. Apalagi, empat partai ini memang tidak dilibatkan dalam rencana dua pertemuan itu.  Mereka kemudian bereaksi dengan membuat manuver. Empat ketum partai mengadakan pertemuan di Godangdia, kantor DPP Nasden (22/7). Persis dua hari sebelum rencana Prabowo ketemu Megawati.

Tak hanya sampai disitu, Surya Paloh pun bertemu Anies Baswedan, Gubernur DKI yang disebut-sebut sebagai calon presiden terkuat di 2024. Pertemuan ini semuka direncanakan sebelum Anies ke Amerika. Baru terealisasi tanggal 24 Juli 2019. Bertepatan dengan situasi politik yang sedang memanas.

Pertemuan Surya Paloh dengan tiga ketum partai itu bertepatan dengan rencana agenda pertemuan Prabowo dan Megawati di Teuku Umar, rumah tinggal Megawati. Entah kebetulan, atau disengaja. Yang pasti, adanya dua pertemuan yang saling tak terkordinasikan itu memperjelas lahirnya dua faksi kepentingan dalam kubu Jokowi. Faksi Surya Paloh cs dan faksi Megawati. Faksi Surya Paloh cs mulai merapat ke Anies Baswedan. Dan faksi Megawati mulai membranding BG dengan menggandeng Gerindra. Mungkin analisis ini terlalu dini. Tapi, jika kedua faksi ini tak bisa kompromi, maka besar kemungkinan akan berlanjut hingga 2024.

Pertemuan dua mantan capres di MRT Lebak Bulus ternyata adalah awal tidak saja dimulainya rekonsiliasi, tapi juga perseteruan faksi-faksi, baik faksi di kubu Prabowo maupun kubu Jokowi. Di kedua kubu ini mengalami keretakan.

Pertemuan MRT membuat babak baru dalam konstalasi politik di Indonesia. Memilih rekonsiliasi, Prabowo berpotensi kehilangan partner koalisinya yaitu PKS yang selama lima tahun terakhir setia bersekutu dengannya. PKS lebih memilih oposisi. Kendati Aboe Bakar Al-Habsy, salah seorang senior PKS yang dikenal dekat dengan istana ini cenderung mendorong PKS untuk rekonsiliasi. Tapi, nampaknya ketua Dewan Syuro dan Presiden PKS mendapat dukungan kuat dari jajaran pengurus dan para kader untuk memilih oposisi.

Selain berpisah dengan sekutunya, Prabowo juga mulai ditinggalkan oleh para pendukungnya. Mereka kecewa, dan bahkan marah karena merasa dikhianati oleh Prabowo. Apalagi mengingat Gendis, anak kelas lima SD yang membongkar tabungannya untuk menyumbang biaya kampanye Prabowo.

Sebagai upaya untuk membangun lagi kepercayaan para pendukungnya, orang-orang di lingkaran Prabowo mencoba melakukan dua hal. Pertama, membuat opini bahwa apa yang dilakukan Prabowo itu demi untuk menyelamatkan para pendukungnya. Argumentasi yang lebih "melankolis' lagi: untuk menyelamatkan bangsa dan negara. Lingkaran Prabowo secara masif mengekspos keberhasilan Prabowo mengeluarkan para tahanan aksi 21-22 Mei. Jumlahnya bahkan mencapai ratusan tahanan.

Kedua, ada tim yang beroperasi untuk melobi para tokoh dan simpul-simpul dari para pendukung Prabowo. Para personil yang menjalankan operasi ini diantaranya adalah pensiunan jenderal. Merekalah yang datangi para tokoh dan ulama untuk bisa menerima keputusan rekonsiliasi. Memahamkan kepada para tokoh dan ulama itu tentang apa alasan dan untung ruginya Prabowo mau rekonsiliasi. Kecuali Amien Rais, sepertinya akan tetap menjadi tokoh oposisi yang sulit dinegosiasi. Habib Rizieq? Belum ada kabar! Mungkin sedang istikharah.

Sementara di kubu Jokowi, muncul dua faksi. Faksi PDIP dan faksi Surya Paloh cs, yaitu Nasdem, Golkar, PKB dan PPP. Hanura, PBB dan PSI? Kemungkinan akan tetap diakomodir kepentingan ketua umumnya, tapi bukan partainya. Itupun jika ada sisa-sisa jabatan yang masih bisa dibagi untuk Oesman Sapta Odang (Oso) dan Yusril Ihza Mahendra.

Akankan Prabowo mendapatkan jatah kursi kabinet sesuai dengan proposalnya yaitu 44 persen? Menghayal! Bahasa gaulnya: ngimpi kali ya? Kalau dua, tiga atau empat kursi, itu mungkin. Itupun masih harus menyaksikan ketegangan antara Jokowi-Mega dengan faksinya Surya Paloh cs.

Apakah Prabowo mau dengan dua, tiga atau empat kursi? Sepertinya gak ada pintu lagi bagi Prabowo untuk keluar dari rekonsiliasi. Disini narasi Prabowo tentang "Point of No Return" mendapatkan realisasinya. Tidak akan mundur dari rekonsiliasi. Apakah ini sekaligus menganulir narasi "timbul tenggelam bersama rakyat"? Sejarah nanti yang akan menjawab. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 27/7/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Penata Kata Masyarakat Dunia

Penata Kata Masyarakat Dunia

Sabtu, 24 Aug 2019 15:40

Majelis Tarjih Muhammadiyah Rumuskan Risalah Akhlak

Majelis Tarjih Muhammadiyah Rumuskan Risalah Akhlak

Sabtu, 24 Aug 2019 14:33

Mardani: Hentikan Kriminalisasi Ustaz Abdul Somad

Mardani: Hentikan Kriminalisasi Ustaz Abdul Somad

Sabtu, 24 Aug 2019 13:48

Menerima Perlakuan Hukum yang Berbeda

Menerima Perlakuan Hukum yang Berbeda

Sabtu, 24 Aug 2019 12:51

Anies Baswedan Bawa Jakarta Raih Penghargaan Internasional Pertama yang Diraih Kota Asia Tenggara

Anies Baswedan Bawa Jakarta Raih Penghargaan Internasional Pertama yang Diraih Kota Asia Tenggara

Sabtu, 24 Aug 2019 11:31

Yunahar Ilyas Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2019

Yunahar Ilyas Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2019

Sabtu, 24 Aug 2019 10:59

Ampun! Ngutang Lagi, ke Cina Lagi?

Ampun! Ngutang Lagi, ke Cina Lagi?

Sabtu, 24 Aug 2019 10:51

Ustaz Yusuf Mansur Doakan Ustaz Abdul Somad dan HRS

Ustaz Yusuf Mansur Doakan Ustaz Abdul Somad dan HRS

Sabtu, 24 Aug 2019 10:51

Oknum Polisi Diduga Beri Miras ke Mahasiswa Papua, Fahira Idris: Saya Nggak Habis Pikir

Oknum Polisi Diduga Beri Miras ke Mahasiswa Papua, Fahira Idris: Saya Nggak Habis Pikir

Sabtu, 24 Aug 2019 09:52

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Sabtu, 24 Aug 2019 09:20

Narasi Radikalisme yang Absurd dan Tendensius

Narasi Radikalisme yang Absurd dan Tendensius

Sabtu, 24 Aug 2019 08:44

Iman

Iman

Sabtu, 24 Aug 2019 07:32

Jokowi Akan Dikenang Bukan Karena Memindahkan Ibu Kota

Jokowi Akan Dikenang Bukan Karena Memindahkan Ibu Kota

Sabtu, 24 Aug 2019 06:28

Mesir Tangkap Putra Ppejabat Palestina Terkait Aktivitas Anti Israel

Mesir Tangkap Putra Ppejabat Palestina Terkait Aktivitas Anti Israel

Jum'at, 23 Aug 2019 22:52

Ibu Kota Pindah Ke Kalimantan, Kenapa Gak Ke Beijing?

Ibu Kota Pindah Ke Kalimantan, Kenapa Gak Ke Beijing?

Jum'at, 23 Aug 2019 22:00

Para pejabat AS Mengkonfirmasi Serangan Udara Israel di Irak

Para pejabat AS Mengkonfirmasi Serangan Udara Israel di Irak

Jum'at, 23 Aug 2019 21:51

Lebih dari 150 Orang Dirawat karena Gas Air Mata dan Luka Tembak di Kashmir

Lebih dari 150 Orang Dirawat karena Gas Air Mata dan Luka Tembak di Kashmir

Jum'at, 23 Aug 2019 21:48

Demonstran di Hong Kong Siap Duduki Bandara Lagi

Demonstran di Hong Kong Siap Duduki Bandara Lagi

Jum'at, 23 Aug 2019 21:44

Referendum Pindah Ibu Kota

Referendum Pindah Ibu Kota

Jum'at, 23 Aug 2019 20:42

Satu Tewas, Dua Terluka dalam Serangan Bom di Pemukiman Israel

Satu Tewas, Dua Terluka dalam Serangan Bom di Pemukiman Israel

Jum'at, 23 Aug 2019 20:38


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X