Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.217 views

Tragedi Papua, Itu Kepentingan Siapa?

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Penggerebekan asrama mahasiswa Papua di Surabaya Sabtu, 16 agustus itu memang betul terjadi. Ada oknum teriak "monyet" itu benar adanya. Begitu juga bentrokan 56 pelajar asal Papua yang bergabung dalam AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) dengan warga Malang saat demo itu ada jejaknya. Semakin memanas ketika wakil walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengancam akan memulangkan mereka. Ini semua adalah fakta yang tak bisa dipungkiri.

Apakah cukup dengan dua kasus itu lalu dianggap ada perlakuan rasis kepada orang-orang Papua? Tidak! Sebab, mahasiswa-mahasiswa Papua di berbagai wilayah di Indonesia tidak mendapat perlakukan seperti itu. Mereka diperlakukan sebagai warga Indonesia asli dengan seluruh hak-haknya. Di Jogja, Jakarta, Bandung, dan kota-kota lain, para pelajar dan mahasiswa asal Papua mendapat perlakuan yang adil. Tak beda dengan mahasiswa dan warga negara lainnya.

Kalau soal kata "monyet", hampir setiap kita pernah dapat umpatan kata itu. Tak pandang suku dan agama. Meski tidak pantas, kata "monyet" sering keluar dari mulut orang yang sedang kesal. Kok jadi membahas istilah "monyet".

Lalu, kenapa ada isu rasisme? Nah, itu dia. Isu rasisme seperti sengaja dimunculkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menjadi trigger bagi banyak kepentingan terkait Papua maupun Indonesia.

Kejadian apa saja mudah dibesar-besarkan untuk sekedar menjadi pemantik (trigger) ketika pertama, ada masalah serius yang terpendam begitu lama. Api dalam sekam. Hanya tunggu pemicunya saja. Kedua, ada orang-orang pintar yang memainkan isu itu. Bahasa akademiknya: aktor intelektual.

Apa masalah yang terpendam lama di Papua? Ketertinggalan! Bahasa kejamnya: diskriminasi. Dan betul, masyarakat Papua tertinggal jauh dari masyarakat Indonesia yang lain. Terutama tertinggal dalam aspek ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

Ingat busung lapar dan gizi buruk yang pernah mengakibatkan 61 orang dari Suku Asmat meninggal? Betapa di wilayah yang kaya tambang emas dan nikel masih banyak penduduknya yang mati kelaparan dan dihajar busung lapar.

Lima tahun terakhir (sejak 2014) warga miskin Papua bertambah 60 ribuan. Jumlah warga miskin Papua sekarang mencapai 28 persen. Lima tahun, berarti era Jokowi? Betul! Ini sekaligus jadi otokritik bagi pemerintahan Jokowi yang selama ini gemar menjual berita infrastruktur untuk daerah tertinggal, khususnya Papua. Ternyata, infrastruktur bukan solusi terbaik bagi masyarakat Papua. Buktinya? Yang miskin tambah banyak. Artinya, pembangunan infrastruktur tidak linier dengan kesejahteraan masyarakat Papua. Bukan berarti infrastruktur tidak penting. Hanya saja, belum tepat fungsi. Ini bukti bahwa solusi berupa infrastruktur di Papua ternyata tak terukur. Jangan semua penyakit dikasih obat bodrek tuan.

Diantara masyarakat Papua sendiri terjadi kesenjangan yang juga mencolok. Banyak para elit dan pejabat di Papua yang kaya raya, tapi penduduknya dibiarkan tetap miskin. Para elit ini perlu lebih keras lagi memperjuangkan warga asli Papua, bukan hanya berjuang untuk diri mereka sendiri. Jangan mengaku sebagai pejuang Papua sementara mereka berlimpah kesejahteraan di atas ketertinggalan, kemiskinan dan penderitaan warga asli Papua.

Sumber Daya Alam (SDA) Papua kaya raya. Mestinya ada mekanisme pembagian yang proporsional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua. Bukan hanya untuk mensejahterakan para pejabat di Jakarta dan para elit Papua saja. Tapi kesejahteraan untuk seluruh masyarakat Papua. Situasi yang terjadi sekarang tepat untuk merumuskan kembali Ke-Indonesiaan masyarakat Papua dalam konteks keadilan.

Begitu juga dengan tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat Papua. Masih banyak yang harus didorong untuk dibenahi dalam rangka mengejar ketertinggalan.

Lalu, siapa yang bermain di balik isu rasisme di Papua? Kok jadi curiga? Bukan! Dalam memecahkan masalah, perlu melihat dari semua sisi. Diawali pertanyaan: kasus di Surabaya dan Malang, kenapa meledaknya di Manokwari, Sorong dan Fak FAK? Mengapa begitu cepat terjadi mobilisasi massa?

Untuk memobilisasi massa sebesar dan secepat itu biasanya perlu sutradara yang berpengalaman. Wajar kalau kemudian ada yang mengkaitkan peristiwa Papua dengan perpecahan dua kubu pendukung istana yaitu Teuku Umar dan Godangdia cs.

Pemain di Teuku Umar adalah kepala BIN yaitu Jenderal Polisi Budi Gunawan. Populer dengan sebutan BG. Selain Megawati, ketum PDIP. BG telah sukses menarik Prabowo masuk dalam barisan untuk memperkuat posisioning PDIP terhadap Jokowi.

Di Godangdia ada Surya Paloh yang sedang dipreteli perannya. Tidak hanya Surya Paloh, tapi juga Luhut Binsar Panjaitan (LBP), Wiranto, Moeldoko dan Hendropriyono juga punya nasib yang sama. Apalagi, para jenderal ini tak punya partai dan anggota parlemen. Beruntung, Hendropriyono masih punya menantu yang sekarang jadi KASAD. Nama-nama tersebut adalah deretan para jenderal dengan seabrek pengalaman, terutama di daerah konflik.

Teuku Umar sekarang lagi dominan perannya mendampingi Jokowi. Tentu saja sangat berpengaruh dalam menyusun struktur pemerintahan, termasuk memasok SDM di kabinet yang kabarnya sudah selesai dibuat. Apakah susunan kabinet dan pejabat tinggi negara tidak mengakomodir kepentingan kelompok Godangdia dan para jenderal itu? Inilah yang jadi perseteruan selama ini di dua kubu tersebut. Lagi-lagi, soal bagi kue.

Apa hubungannya dengan Papua? Rusuhnya Papua telah mencoreng tidak saja wajah Jokowi, tapi juga ingin membuktikan bahwa BIN tidak bisa bekerja efektif disana. Apakah berarti kerusuhan Papua jadi alat negosiasi pihak-pihak tertentu? Nah itu yang publik masih duga-duga.

Konflik Papua juga akan memperkuat posisioning para elit yang ingin Papua Merdeka. Kalau merdeka, banyak kepentingan elit Papua terakomodir, terutama untuk mendapatkan posisi-posisi strategis. Punya presiden, wakil presiden dan menteri sendiri. Ada banyak jabatan, termasuk Jaksa Agung, Mahkamah Agung, MPR dan DPR. Belum lagi direksi dan komisaris BUMN. Kalau gagal merdeka? Setidaknya kerusuhan ini akan memberi ruang untuk menekan dan melakukan renegosiasi dengan pemerintahan pusat.

Bagaimana dengan kepentingan luar negeri? Ada 20 negara yang cari makan di Papua. Di saat kepentingan mereka terganggu, maka rusuh Papua juga akan jadi ajang bergaining.

So? Masalah Papua itu kompleks. Para pemain bergentayangan. Isu rasisme boleh jadi hanya semata-mata jadi kendaraan para pihak untuk melakukan ancaman dan bernegosiasi. Dalam sejarah, untuk memenuhi kepentingan elit, aset negara dan rakyat seringkali jadi korban. Saatnya di-stop! [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 26/8/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

Latest News
Komandan AS Bersikeras Pejuang IS Bersembunyi di Antara Para Korban Pembantaian di Nangarhar

Komandan AS Bersikeras Pejuang IS Bersembunyi di Antara Para Korban Pembantaian di Nangarhar

Ahad, 22 Sep 2019 17:30

Persis: RUU Pesantren Belum Mengakomodir Keragaman Model Pesantren

Persis: RUU Pesantren Belum Mengakomodir Keragaman Model Pesantren

Ahad, 22 Sep 2019 17:28

Menikmati Zona Nyaman

Menikmati Zona Nyaman

Ahad, 22 Sep 2019 17:15

Komisi PRK MUI Ingin Memotret Aktivitas Ormas Perempuan

Komisi PRK MUI Ingin Memotret Aktivitas Ormas Perempuan

Ahad, 22 Sep 2019 17:10

Malaysia Larang Film Baru Jenifer Lopez Hustlers Karena Banyak Adegan dengan 'Konten Cabul'

Malaysia Larang Film Baru Jenifer Lopez Hustlers Karena Banyak Adegan dengan 'Konten Cabul'

Ahad, 22 Sep 2019 16:45

Saat Manusia Tersandera Hawa Nafsu

Saat Manusia Tersandera Hawa Nafsu

Ahad, 22 Sep 2019 11:55

Listrik pun Beralih Ke Pangkuan China

Listrik pun Beralih Ke Pangkuan China

Ahad, 22 Sep 2019 11:39

PD Muhammadiyah Pulang Pisau Sabtu Gelar Shalat Istisqa, Ahad Hujan Deras

PD Muhammadiyah Pulang Pisau Sabtu Gelar Shalat Istisqa, Ahad Hujan Deras

Ahad, 22 Sep 2019 10:13

Dosen Attaqwa Bekasi: Penafsiran Abdul Aziz Tak Utuh

Dosen Attaqwa Bekasi: Penafsiran Abdul Aziz Tak Utuh

Ahad, 22 Sep 2019 09:03

Juni 2020, Jakarta Tuan Rumah Kejuaraan Internasional Formula E

Juni 2020, Jakarta Tuan Rumah Kejuaraan Internasional Formula E

Ahad, 22 Sep 2019 08:08

Kondisi Mesir Memanas, Rakyat Meminta Al-Sisi Mundur

Kondisi Mesir Memanas, Rakyat Meminta Al-Sisi Mundur

Ahad, 22 Sep 2019 07:29

Soal Karhutla, Berikut Pernyataan Sikap PB PII

Soal Karhutla, Berikut Pernyataan Sikap PB PII

Ahad, 22 Sep 2019 07:27

Gerakan Nasional Kedaulatan Pangan untuk Umat

Gerakan Nasional Kedaulatan Pangan untuk Umat

Ahad, 22 Sep 2019 07:09

Wali Kota Bandung Apresiasi Hadirnya Universitas Persis

Wali Kota Bandung Apresiasi Hadirnya Universitas Persis

Ahad, 22 Sep 2019 06:38

Kenapa Harus Halal Tour?

Kenapa Harus Halal Tour?

Ahad, 22 Sep 2019 06:17

Wahdah Jakarta Buka Kelas Inkubasi UKM Bersama Trainer Google

Wahdah Jakarta Buka Kelas Inkubasi UKM Bersama Trainer Google

Sabtu, 21 Sep 2019 22:07

Kepala Mossad Israel Bersiap Gantikan Netanyahu sebagai Pimpinan Partai Likud

Kepala Mossad Israel Bersiap Gantikan Netanyahu sebagai Pimpinan Partai Likud

Sabtu, 21 Sep 2019 21:45

Aparat Keamanan Mesir Tangkap Ratusan Orang Setelah Demonstrasi Menuntut Pemecatan Al-Sisi

Aparat Keamanan Mesir Tangkap Ratusan Orang Setelah Demonstrasi Menuntut Pemecatan Al-Sisi

Sabtu, 21 Sep 2019 21:15

Pasukan Israel Tembak 2 Wartawan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pasukan Israel Tembak 2 Wartawan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Sabtu, 21 Sep 2019 20:45

Ratusan Ribu Tweet Tuntut Abdel Fattah Al-Sisi Dipecat dari Jabatan Presiden Mesir

Ratusan Ribu Tweet Tuntut Abdel Fattah Al-Sisi Dipecat dari Jabatan Presiden Mesir

Sabtu, 21 Sep 2019 20:16


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X