Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.286 views

Kenapa Pendidikan Agama di Sekolah Harus Diperjuangkan?

Oleh:

Dhia Khilda Abdurrahman

Mahasiswi STAI Attaqwa Bekasi, Jawa Barat

 

BELAKANGAN ini kembali mencuat wacana penghapusan pendidikan agama di sekolah. Wacana ini begitu ramai dibicarakan masyarakat hingga menuai berbagai kontroversi.

Polemik penghapusan pendidikan agama ini sebenarnya sudah ada sejak 2017 lalu. Bermula dari gagasan yang disampaikan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muhadjir Effendi berkaitan dengan rencana waktu kegiatan belajar  lima hari atau depan jam di sekolah pada rapat Komisi X DPR di Jakarta pada tahun 2017 lalu.

Dilansir oleh  TribunNews.com, (14/7/17) Muhadjir menyampaikan bahwa waktu kegiatan belajar lima hari tersebut tidak sepenuhnya berada didalam kelas, hanya beberapa jam di dalam kelas dan sisanya diluar kelas. “Sekolah lima hari tidak sepenuhnya berada di sekolah. Siswa hanya beberapa jam di dalam kelas dan sisanya di luar kelas”. Menurutnya, sekolah bisa melakukan pendidikan agama di luar kelas seperti berkunjung ke rumah ibadah, sehingga jika pendidikan agama sudah didapatkan di luar kelas, maka tidak perlu lagi diajarkan di dalam kelas.

Pernyataan tersebut pun mengundang banyak polemik bahkan penolakan dari berbagai golongan terutama mayoritas ormas islam seperti MUI.

Kemudian, seperti terdapat dalam situs idtimes.com, setelah sadar pernyatannya menunai berbagai tanggapan dan ramai menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, akhirnya Kementrian yang dipimpinnya itu melakukan konfirmasi bahwa tanggapan masyarakat terhadap pertanyaannya bahwa itu adalah bentuk rencana penghapusan pendidikan agama adalah tidak tepat.

Pada tahun ini, 2019, polemik pengahpusan pendidikan agama pun kembali naik podium. Polemik ini diibaratkan sebagai bola liar yang menunai berbagai tanggapan bahkan penolakan dari berbagai golongan.

Seperti dilansir dalam gelora.com (5/7/19) seorang praktisi pendidikan, Setyono Djuandi Darmono mengatakan, pendidikan agama tidak perlu diajarkan di sekolah. Agama cukup diajarkan orangtua masing-masing atau lewat guru agama di luar sekolah.

"Mengapa agama sering menjadi alat politik? Karena agama dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Di sekolah, siswa dibedakan ketika menerima mata pelajaran (mapel) agama. Akhirnya mereka merasa kalau mereka itu berbeda," kata Darmono usai bedah bukunya yang ke-6 berjudul Bringing Civilizations Together di Jakarta, Kamis (4/7).

Tanpa disadari, lanjutnya, sekolah sudah menciptakan perpecahan di kalangan siswa. Mestinya, siswa-siswa itu tidak perlu dipisah dan itu bisa dilakukan kalau mapel agama ditiadakan.

Dia menyarankan Presiden Joko Widodo untuk meniadakan pendidikan agama di sekolah. Pendidikan agama harus jadi tanggung jawab orang tua serta guru agama masing-masing.

Namun dalam polemik penghapusan pendidikan agama di sekolah ini, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Pertama, setiap warga Negara memiliki hak konstitusional dalam beragama. Maka sudah seharusnya, sekolah sebagai lembaga formal memberikan pengajaran kepada setiap warga Negara menganai agama yang dianutnya.

Hal ini juga telah dibahas dalam undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 12 ayat (1) huruf (a) Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak : mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama.

Dan juga dalam undang-undang No 2 Tahun 1989, yaitu Isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat : a. pendidikan pancasila b. pendidikan agama, dan . pendidikan kewarganegaraan. Jadi, jika usulan penghapusan pendidikan agama di sekolah akan menjadi kebijakan, maka sudah jelas bahwa kebijakan ini menyalahi hak konstitusi dan undang-undang.

Kedua, menurut (Ahmad Tafsir : 2017) pemerosotan akhlak/budi pekerti warga Negara khususnya remaja telah menjadi suatu yang sangat memprihatinkan. Pemerosotan akhlak/budi pekerti ini menjadi suatu hal perlu dibenahi oleh para aparatur pemerintah dan pemerhati pendidikan.

Untuk itu, sebagai salah satu langkah strategis pemerintah, maka ditetapkanlah tujuan pendidikan nasional seperti yang tesebut dalam pasal 4 undang-undang Nomor 2 tahun 1989, bahwa tujuan pendidikan nasional kita ialah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhap Tuhan.

Iman dan takwa yang kuat dapat mengndalikan seseorang untuk berbuat yang baik atau yang buruk. Jadi kemerosotan akhlak/budi pekerti ini dapat dihilangkan atau dikurangi dengan pendidikan keimanan dan ketakwaan, yang dalam hal ini adalah andil dari pendidikan keagaman. Bahkan menurut (Ahmad Tafsir:2017), kurang tepat jika focus pendidikan yang diatur dalam UU No.89 dan UU 2003 adalah hanya pada sains dan teknologi tanpa pendidikan akhlak/budi pekerti. Maka dengan hal-hal ini, pemerintah mewajibkan pendidikan agama kepada setiap jenis,jalur dan jenjang pendidikan (UU No 2 Tahun 1989).

Ketiga, agama bagi seseorang yang menganutnya bagaikan pakaian. Jika seseorang dipakaikan pakaian sejak ia baru lahir, kemudian diajarkan seberapa pentingnya pakaian, lalu bagaimana ketika sudah dewasa ia diminta untuk melepas pakaiannya hanya dengan alasan misalnya obyektifitas dan lain-lain? Tentunya, seseorang masih bisa tetap obyektif tanpa harus melepas pakaian.

Artinya adalah, jika maraknya fenomena sekulerisme, radikalisme, terorisme atau bahkan politik identitas karna adanya pendidikan agama yang salah, jalan keluarnya bukan hanya dengan menghapus pendidikan agama di sekolah. Kita hanya perlu membenahi kurikulum pendidikan agama agar keluar dari hal-hal demikian dan membuka pikiran setiap warga Negara untuk bersikap terbuka dan inklusif terhadap warga lainnya dan tidak merasa paling benar.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Investasi Asing, Penjajahan atau Menguntungkan?

Investasi Asing, Penjajahan atau Menguntungkan?

Selasa, 23 Jul 2019 00:57

Nunung Bukanlah yang Terakhir

Nunung Bukanlah yang Terakhir

Senin, 22 Jul 2019 23:52

Kurbanmu Bentuk Syukurmu

Kurbanmu Bentuk Syukurmu

Senin, 22 Jul 2019 23:22

Dewan Dakwah Bahas Perkembangan Pembangunan Akademi Dakwah Provinsi Jawa Barat

Dewan Dakwah Bahas Perkembangan Pembangunan Akademi Dakwah Provinsi Jawa Barat

Senin, 22 Jul 2019 23:03

Sudah 30 Tahun Berlalu, Direktur Jamiah An-Nuury Kuwait Kembali Shalat di Masjid Dewan Dakwah

Sudah 30 Tahun Berlalu, Direktur Jamiah An-Nuury Kuwait Kembali Shalat di Masjid Dewan Dakwah

Senin, 22 Jul 2019 22:59

Merenunggi Hakikat Bencana yang Mengintai Negeri

Merenunggi Hakikat Bencana yang Mengintai Negeri

Senin, 22 Jul 2019 22:56

Milad IPM ke 58, Haedar: Kader IPM Harus Menjadi Kader yang Berilmu dan Berwawasan Luas

Milad IPM ke 58, Haedar: Kader IPM Harus Menjadi Kader yang Berilmu dan Berwawasan Luas

Senin, 22 Jul 2019 22:54

Islamic State Lancarkan Serangan Besar-besaran Terhadap SAA di Kota Perbatasan Albukamal

Islamic State Lancarkan Serangan Besar-besaran Terhadap SAA di Kota Perbatasan Albukamal

Senin, 22 Jul 2019 21:15

Pejuang Oposisi di Hama Gunakan Rudal Anti-Tank Baru untuk Hancurkan Tank Tentara Suriah

Pejuang Oposisi di Hama Gunakan Rudal Anti-Tank Baru untuk Hancurkan Tank Tentara Suriah

Senin, 22 Jul 2019 20:45

"Warning" Aplikasi FaceApp Mengalihkan Duniamu

Senin, 22 Jul 2019 20:23

Turki Ancam Membalas Jika AS Berlakukan Sanksi Menyusul Pembelian Rudal S-400 Rusia

Turki Ancam Membalas Jika AS Berlakukan Sanksi Menyusul Pembelian Rudal S-400 Rusia

Senin, 22 Jul 2019 20:15

Semakin Berprestasi, Anies Akan Semakin Dicaci

Semakin Berprestasi, Anies Akan Semakin Dicaci

Senin, 22 Jul 2019 19:54

6 Polisi Pakistan Tewas, Puluhan Luka-luka Akibat Serangan Pejuang TTP di Dera Ismail Khan

6 Polisi Pakistan Tewas, Puluhan Luka-luka Akibat Serangan Pejuang TTP di Dera Ismail Khan

Senin, 22 Jul 2019 19:35

Saudi Pulangkan 300 Jamaah Mesir yang Akan Menunaikan Ibadah Haji dengan Visa Wisata

Saudi Pulangkan 300 Jamaah Mesir yang Akan Menunaikan Ibadah Haji dengan Visa Wisata

Senin, 22 Jul 2019 19:00

Dihajar ''Buzzer Bayaran'', Anies Banjir Dukungan

Dihajar ''Buzzer Bayaran'', Anies Banjir Dukungan

Senin, 22 Jul 2019 19:00

Serangan Udara Rusia Tewaskan 17 Warga Sipil di Pasar Idlib

Serangan Udara Rusia Tewaskan 17 Warga Sipil di Pasar Idlib

Senin, 22 Jul 2019 18:41

Iran Jatuhi Hukuman Mati untuk Mata-mata CIA

Iran Jatuhi Hukuman Mati untuk Mata-mata CIA

Senin, 22 Jul 2019 17:31

Menteri Israel Klaim Negaranya Bunuh Warga Israel Selama 2 Tahun

Menteri Israel Klaim Negaranya Bunuh Warga Israel Selama 2 Tahun

Senin, 22 Jul 2019 17:24

Setidaknya 18 Tewas dalam Serangan Rezim Assad di Idlib Suriah

Setidaknya 18 Tewas dalam Serangan Rezim Assad di Idlib Suriah

Senin, 22 Jul 2019 17:16

Israel mulai Hancurkan Rumah-rumah Palestina di Pinggiran Yerusalem

Israel mulai Hancurkan Rumah-rumah Palestina di Pinggiran Yerusalem

Senin, 22 Jul 2019 17:10


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X