Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.233 views

Keluarga Bahagia, Keluarga Dalam Bangunan Taqwa

 

Oleh:

Yulida Hasanah

Muballighot tinggal di Jember, Jawa Timur

 

“Hari Keluarga, Hari Kita Semua”, begitulah bunyi dari tagline Hari Keluarga Nasional ke-26 tahun 2019 ini. Tentu saja, hal ini mengingatkan saya pada kondisi keluarga di Indonesia, dimana masalah keluarga merupakan tanggungjawab kolektif dalam tatanan kehidupan sosial. Sebab, keluarga merupakan pilar pertama berdirinya sebuah masyarakat dan negara. Jika kondisi keluarga saat ini memprihatinkan, maka bisa dipastikan kondisi masyarakat kita juga ikut memprihatinkan.

Seperti beberapa hari yang lalu, di kabupaten Malang Jawa Timur, seorang suami tega menjajakan tubuh istrinya sendiri untuk memenuhi fantasi seksual lelaki hidung belang dan tentunya untuk meraup keuntungan materi juga.(Suara.com). Penjualan istri oleh swaminya sendiri tak hanya terjadi di Malang, namun juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia. 

Peristiwa ini, menjadi masalah baru yang dihadapi keluarga di Indonesia. Dan semakin memperburuk kondisi keluarga dengan berbagai problem tak berkesudahan yang dihadapi saat ini. Seperti kasus perceraian yang tinggi, kasus KDRT, dan kasus pemerkosaan terhadap anak kandung sendiri masih menjadi noda hitam yang menjadi bomerang tercapainya keluarga bahagia.

Masalah-masalah yang terjadi dalam keluarga di atas sebagian besar menjadikan perempuan sebagai korban, hal inilah yang menjadi perhatian penting bagi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di neger ini. Menurutnya, pemberdayaan perempuan akan mampu memberikan kebebasan kaum perempuan dari segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan, dan harapannya akan mampu membentuk ketahanan dalam keluarga.

Jadi masalah yang terjadi dalam keluarga Indonesia saat ini sebatas dilihat dari aspek materiilnya, yaitu karena para perempuan yang mandiri ekonominya akan mampu mendapatkan hak-haknya dalam keluarga, termasuk mampu mencegah dari persoalan keluarga seperti yang telah dibahas di atas.

Namun, fakta yang terjadi saat ini tak sesuai dengan yang diharapkan. Kemandirian ekonomi bagi perempuan tidak melulu mampu mensolusi masalah yang dihadapi oleh keluarga. Yang terjadi malah semakin tahun, keluarga Indonesia semakin terpuruk. Angka perceraian semakin tinggi tiap tahunnya, begitupun kasus KDRT, pemerkosaan, bahkan kasus menjual istri sendiri sebagai budak seks menjadi masalah baru yang merenggut kebahagiaan keluarga itu sendiri.

Lalu, adakah masalah mendasar yang melatarbelakangi problem keluarga menuju keluarga bahagia hari ini selain persoalan ekonomi?

 

Pendidikan Sekuleristik, Menjauhkan Keluarga dari Taqwa

Jika kembali pada hal mendasar yang melatarbelakangi munculnya berbagai masalah yang melanda keluarga saat ini. Maka kita mampu melihat secara jeli, bahwa keluarga hari ini dinaungi oleh kehidupan yang serba sekuler, termasuk dalam hal pendidikan. Kita bisa membayangkan bagaimana kepemimpinan dalam rumah tangga begitu jauh dari aturan agama kita yaitu Islam.

Para suami yang tidak mampu bersikap ma’ruf kepada istrinya, bahkan rela menjualnya untuk ditukar dengan nilai dunia yang semu. Begitupun dengan fungsi seorang istri dan ibu dalam keluarga telah terpisah dari fungsi yang diinginkan oleh syari’at. Para Istri lebih mencari kebagiaan yang bersifat materi sebagai solusi dari masalah keluarga yang mereka hadapi, maka dengan mudah mereka menerima iming-iming kemandirian ekonomi disebabkan takut miskin. Bahkan para istri akhirnya melalaikan peran keistrian dan keibuannya saking menikmati pekerjaan baru sebagai wanita yang berdaya secara ekonomi.

Sungguh kelalaian ini berawal  dari hasil pendidikan yang mereka dapatkan sebelum berkeluarga. Di mana pendidikan kita saat ini hanya bertujuan untuk melahirkan manusia-manusia yang cerdas akal saja, namun kosong dari nilai ketaqwaan. Mengapa demikian? Sebab, landasan dari sistem pendidikan yang ada adalah sekulerisme (ide pemisahan aturan agama dari kehidupan).  Maka, nilai-nilai sekuler yang diemban oleh manusia akan terus tertancap selama pendidikan berbasis sekulerisme tidak segera dihapuskan. Padahal pendidikan merupakan kunci utama seseorang dalam membentuk pribadi-pribadi sholih dan bertanggungjawab.

Pendidikan berbasis Sekulerisme ini jugalah yang membuat keluarga di Barat tak menemukan kebahagiaan dalam rumah tangganya. Konsentrasi berkeluarga yang hanya ditujukan untuk meraih kesenangan dalam kehidupan perkawinan dari pada berpikir tentang tanggungjawab. Selain itu, fokus perhatian orang tua di Barat tidak lagi tertuju ke rumah, walaupun dengan alasan yang berbeda-beda. Dan merebaknya kekerasan dalam rumah tangga baik kekerasan fisik, sikis maupun seksual menyelimuti keluarga tiap harinya. Bahkan diperkirakan 3,2 juta anak-anak Amerika menyaksikan kekerasan rumah tangga setiap tahunnya (Jurnal Al Insan : Wanita dan Keluarga Citra Sebuah Peradaban, tahun 2006)

 

Sistem Pendidikan Islam, Melahirkan Manusia Bertaqwa

Untuk mencabut nilai-nilai sekuler yang telah menancap pada pendidikan kita saat ini adalah dengan mengganti dasar pendidikan kita dengan pendidikan berbasis Islam. Sebab pendidikan dalam Islam tak hanya bertujuan untuk melahirkan manusia-manusia cerdas akal namun juga menjadi manusia-manusia bertaqwa. Secara, sistem pendidikan yang berbasiskan ideologi Islam berkehendak untuk membangun struktur masyarakat Islam dan disiapkan bagi tegaknya bangunan peradaban mulia yang lahir dari keluarga-keluarga bertaqwa.

Gambaran keluarga bertaqwa hasil dari penerapan sistem pendidikan Islam akan kita dapatkan dalam kehidupan Khilafah Islamiyah (pemerintahan Islam). Pada zaman ini, telah lahir para ulama dan para pemikir besar yang menjadi peletak pondasi peradaban dunia. Yang lahir dari seorang ibu dan ayah, dari keluarga yang sama-sama memiliki cita-cita memajukan agama dan umatnya. Kita mengenal Imam Bukhari, salah seorang dari ahli hadits terbesar sepanjang masa, terlahir dalam lingkungan keluarga yang berilmu, taat beragama dan wara’. Ia lahir dari seorang ayah (Ismail) yang menjadi ulama besar ahli hadits, berilmu dan wara’.

Diceritakan, bahwa ketika menjelang wafatnya, ia berkata : “Dalam harta yang kumiliki tidak terdapat sedikitpun uang yang haram maupun yang subhat”. Ibunya sangat tekun dan perhatian dalam mendidik beliau. Hingga, ibunya mengajak beliau dan kakak sulungnya, mengunjungi berbagai kota suci, untuk menemui para tokoh dan ulama, dalam rangka berguru ilmu hadits.

Sedangkan, Ibnu Sina, dalam posisinya sebagai orangtua, tidak menekankan pada kecerdasan intelektual semata. Ibnu Sina melihat tiga hal penting dalam Al Quran, dalam rangka perkembangan anak. Yakni pendidikan moral, pengembangan fisik dan perilakunya. Tiga hal ini akan menjadi bekal bagi sang anak dalam menjalani kehidupannya, demi mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Wallaahu a’lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Pesan 10 Nopember

Pesan 10 Nopember

Selasa, 12 Nov 2019 02:16

Deradikalisasi, Apakah Ciri Identitas Indonesia?

Deradikalisasi, Apakah Ciri Identitas Indonesia?

Selasa, 12 Nov 2019 00:49

Kecanduan Gawai, Janganlah Abai

Kecanduan Gawai, Janganlah Abai

Senin, 11 Nov 2019 23:52

Deradikalisasi: Membungkam Sikap Kritis dan Menyerang Ajaran Islam

Deradikalisasi: Membungkam Sikap Kritis dan Menyerang Ajaran Islam

Senin, 11 Nov 2019 22:59

Menulis di Medsos Juga Termasuk Dakwah

Menulis di Medsos Juga Termasuk Dakwah

Senin, 11 Nov 2019 21:54

Radikalisme, Cadar, Celana Cingkrang, dan Agama Pembebas

Radikalisme, Cadar, Celana Cingkrang, dan Agama Pembebas

Senin, 11 Nov 2019 20:50

Ketika Zina Dianggap Biasa

Ketika Zina Dianggap Biasa

Senin, 11 Nov 2019 19:45

Jakarta Berpeluang Jadi Kota Ramah Sepeda

Jakarta Berpeluang Jadi Kota Ramah Sepeda

Senin, 11 Nov 2019 18:30

Tahiyatul Masjid Saat Muadzin Senandungkan Pujian Setelah Adzan

Tahiyatul Masjid Saat Muadzin Senandungkan Pujian Setelah Adzan

Senin, 11 Nov 2019 17:14

3 Wanita Anggota IS Asal Prancis Minta Dipulangkan untuk 'Melanjutkan Hidup'

3 Wanita Anggota IS Asal Prancis Minta Dipulangkan untuk 'Melanjutkan Hidup'

Senin, 11 Nov 2019 17:00

Anies dan Ahok, Kenapa Dibenturkan?

Anies dan Ahok, Kenapa Dibenturkan?

Senin, 11 Nov 2019 16:10

Jenderal Militer AS Sebut 600 Pasukan Tetap Berada di Suriah

Jenderal Militer AS Sebut 600 Pasukan Tetap Berada di Suriah

Senin, 11 Nov 2019 16:00

Asteroid Raksasa Lebih Besar Dari Menara Eiffel Mendekati Bumi pada 20 Kali Kecepatan Suara

Asteroid Raksasa Lebih Besar Dari Menara Eiffel Mendekati Bumi pada 20 Kali Kecepatan Suara

Senin, 11 Nov 2019 14:33

KOngres AS Siap Hukum Turki Jika Ankara Tidak Singkirkan Sistem Rudal S-400 Rusia

KOngres AS Siap Hukum Turki Jika Ankara Tidak Singkirkan Sistem Rudal S-400 Rusia

Senin, 11 Nov 2019 13:35

Cinta Nabi, Cinta Syariah

Cinta Nabi, Cinta Syariah

Senin, 11 Nov 2019 12:15

Murid Sekolah di UEA Kembangkan Kursi Roda yang Bisa Digerakkan dengan Goyangan Kepala

Murid Sekolah di UEA Kembangkan Kursi Roda yang Bisa Digerakkan dengan Goyangan Kepala

Senin, 11 Nov 2019 12:15

Iuran BPJS Melambung Tinggi, Rakyat Gigit Jari

Iuran BPJS Melambung Tinggi, Rakyat Gigit Jari

Senin, 11 Nov 2019 11:28

Tunjukan Surat Pencekalan, Habib Rizieq: Ada yang Takut Saya Pulang ke Indonesia

Tunjukan Surat Pencekalan, Habib Rizieq: Ada yang Takut Saya Pulang ke Indonesia

Senin, 11 Nov 2019 10:20

Menakar Nalar Pernyataan: Cadar Bukan Ukuran Ketaqwaan

Menakar Nalar Pernyataan: Cadar Bukan Ukuran Ketaqwaan

Senin, 11 Nov 2019 09:20

Kritik Rakyat

Kritik Rakyat

Senin, 11 Nov 2019 08:19


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Senin, 11/11/2019 23:52

Kecanduan Gawai, Janganlah Abai