Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.919 views

Ramadhan dan People Power

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Bagi umat Islam, Ramadhan itu bulan sakral. Tak ada yang lebih sakral dari bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan, kesempatan menjadi penghuni surga terbuka, peluang menjadi ahli neraka menyempit, dan aktifitas negatif dan destruktif ala setan gak lagi leluasa. Gak perlu heran jika di bulan Ramadhan, banyak manusia mendadak berubah menjadi baik.

Ramadhan diyakini umat Islam sebagai bulan surgawi. Untuk sampai ke surga ada dua syarat. Pertama, amal shaleh. Amal shaleh itu perbuatan baik, sesuai keinginan Tuhan dan tak berbenturan dengan hak sosial. Sikap dan perbuatannya diterima penduduk langit dan disenangi penduduk bumi. Anda senyum, berkata jujur, bantu orang, pasti orang lain suka. Kalau ada orang gak suka, berarti ada persoalan mental dengan orang itu.

Kedua, "nahi munkar". "Nahi Munkar" itu meluruskan sesuatu yang keliru dan jihad melawan setiap kemungkaran. Korupsi itu bagian dari bentuk kemungkaran. Begitu juga merampok dan mencuri surat/kotak suara dalam pemilu. Mencurangi lawan politik, jelas itu juga kemungkaran. Dosanya sangat besar. Sayangnya, para politisi umumnya gak begitu kenal dosa. Terutama di musim pemilu. Kita doakan, semoga di Ramadhan kali ini mereka punya kesempatan untuk bertobat.

Ada yang bilang: mencuri kotak suara lebih besar dosanya dari pada mencuri kotak amal di masjid. Boleh jadi. Sebab, mencuri kotak suara ( juga C1) efek destruktifnya jauh lebih besar. Apalagi jika itu dilakukan secara masif. Pertama, merusak sistem demokrasi. Kedua, bisa melahirkan pemimpin yang tidak dikehendaki rakyat. Rakyat akan kehilangan "trust" terhadap pemimpin, karena bukan ia tokoh yang dikehendaki. Ketiga, bisa memancing kemarahan dan memicu konflik horisontal.

Secara teoritis, dosa setiap amal bergantung besar-kecil dampak destruktifnya. Saya pikir semua sepakat soal ini. Jika kecurangan pemilu dampak destruktifnya lebih besar dari berzina, maka dosanya tentu juga akan lebih besar.

Intinya, bulan Ramadhan diharapkan steril dari semua bentuk dosa, termasuk dosa kecurangan dalam pemilu. Jika ada yang tetap nekad melakukan kecurangan, maka puasanya dipastikan tak akan diterima. Itu termasuk "amal zur" yang membuat Tuhan balik badan dan tak mau melihat orang itu, meski berpuasa dari subuh hingga magrib. Dan ini juga berlaku bagi mereka yang ikut meng-amini adanya kecurangan itu. Walaupun dia Kiai atau ustaz? Iya. Dosa mah gak pandang bulu. Gak melihat model peci, jenis sarung dan panjangnya sorban. Begitu kata ulama dengan semua dalil shahih yang mereka miliki.

Secara moral, pelaku kecurangan harus dijadikan musuh bersama. Common enemy. Harus dilawan sampai para pencuri suara itu sadar lalu insaf. Terlepas anda pendukung siapa dan apa pilihan politik anda. Sebab, ini problem moral yang harus dihentikan oleh siapapun. Melawan kemungkaran yang membahayakan negara  itu tugas semua anak bangsa. Bukan tugas paslon tertentu dan para pendukungnya. Bukan!

Caranya? Kasih nasehat. Kalau mereka punya kekuasaan? Lakukan kritik. Gak mempan juga? Anda boleh demo. Emang demo gak membatalkan puasa? Tidak! Selama niat anda lurus untuk memerangi kemungkaran. Dan demo anda dilakukan dengan cara-cara damai dan tidak destruktif. Agama anda, apapun itu, dan undang-undang negara ini membolehkan demo. Gak ada undang-undang yang melarang demo di bulan Ramadhan.

Tak ada tempat untuk berkompromi dan melakukan rekonsiliasi dengan kecurangan. Apalagi di bulan Ramadhan, haram hukumnya. Yang boleh, bahkan wajib, cegah kecurangan demi untuk menjaga moral, adab dan martabat bangsa. Kalau nilai-nilai moral dijaga, bangsa ini akan tegak berdiri dalam keadaan damai.

Jangan minta damai kalau anda berbuat curang, kata M.H. Ainun Najib. Damai itu mensyaratkan kejujuran. Jujur dan damai itu satu paket. Jangan merusak logika ini.

Kabarnya, Ramadhan ini akan ramai dengan demo. Sejumlah undangan dan ajakan dari berbagai elemen masyarakat sudah viral di medsos. Satu tuntutannya: melawan kecurangan pemilu.

Majlis Ulama Indonesia (MUI) katanya akan mengeluarkan fatwa larangan demo di bulan Ramadhan. Rakyat bertanya: MUI yang mana? Nah... Sejak Ma'ruf Amin nyawapres, pengurus MUI terbelah.

Sepertinya banyak dari rakyat yang sudah tak lagi mau dengar MUI. Setidaknya untuk urusan politik. Sebab, di mata rakyat, MUI sudah kemasukan unsur politik praktis. Artinya, mereka yang mau demo tetap akan demo. MUI mau ngomong apa, mereka tak peduli.

People power dong? Terserah anda mau kasih nama apa. Itu cuma persoalan bahasa dan istilah. Turun ke jalan, bawa ribuan hingga jutaan massa, itu hak warga negara. Yang penting tak melanggar aturan dan perundang-undangan.

Bukannya Ramadhan bulan damai? Betul! Tapi berdamai dengan kejujuran, bukan dengan kecurangan. Jadi, tak ada pintu rekonsiliasi untuk berdamai, apalagi memenangkan kecurangan. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Himi Persis Luncurkan Buku Muslimah on Fire pada Pembukaan Muktamar ke IX

Himi Persis Luncurkan Buku Muslimah on Fire pada Pembukaan Muktamar ke IX

Ahad, 25 Aug 2019 01:48

Kesultanan Papua Bagian dari Kesultanan Melayu Raya

Kesultanan Papua Bagian dari Kesultanan Melayu Raya

Ahad, 25 Aug 2019 00:20

Benarkah Indonesia Bebas dari Penjajahan?

Benarkah Indonesia Bebas dari Penjajahan?

Sabtu, 24 Aug 2019 23:58

Turki Luncurkan Operasi Militer 'Claw 3' di Irak Utara

Turki Luncurkan Operasi Militer 'Claw 3' di Irak Utara

Sabtu, 24 Aug 2019 23:57

[VIDEO] Oktober 2019, Barang Gunaan di Indonesia Wajib Sertifikasi Halal

[VIDEO] Oktober 2019, Barang Gunaan di Indonesia Wajib Sertifikasi Halal

Sabtu, 24 Aug 2019 22:52

Facebook akan Pekerjakan Beberapa Jurnalis Amerika untuk Mengkurasi Berita Global

Facebook akan Pekerjakan Beberapa Jurnalis Amerika untuk Mengkurasi Berita Global

Sabtu, 24 Aug 2019 22:48

Dokter AS Sebut Rokok Elektrik Akibatkan Kematian karena Penyakit Paru-paru

Dokter AS Sebut Rokok Elektrik Akibatkan Kematian karena Penyakit Paru-paru

Sabtu, 24 Aug 2019 22:05

Maroko Tuduh UEA Berikan Dukungan Kepada Pemberontak Sahara Barat

Maroko Tuduh UEA Berikan Dukungan Kepada Pemberontak Sahara Barat

Sabtu, 24 Aug 2019 21:45

Kebijakan Impor Ala Keran Bocor

Kebijakan Impor Ala Keran Bocor

Sabtu, 24 Aug 2019 21:39

Teknologi 'Artificial Intelligence' Tempatkan Dunia dalam Bahaya

Teknologi 'Artificial Intelligence' Tempatkan Dunia dalam Bahaya

Sabtu, 24 Aug 2019 21:30

17 Anggota Pasukan Haftar Menyerahkan Diri ke Pemerintah Tripoli

17 Anggota Pasukan Haftar Menyerahkan Diri ke Pemerintah Tripoli

Sabtu, 24 Aug 2019 21:15

Pemukim Ilegal Yahudi Timpuki Mobil-mobil Palestina dengan Batu di Hebron dan Nablus

Pemukim Ilegal Yahudi Timpuki Mobil-mobil Palestina dengan Batu di Hebron dan Nablus

Sabtu, 24 Aug 2019 20:45

LSM di Turki Memprotes Langkah India Terhadap Kashmir

LSM di Turki Memprotes Langkah India Terhadap Kashmir

Sabtu, 24 Aug 2019 20:38

Membangun Militansi Indonesia

Membangun Militansi Indonesia

Sabtu, 24 Aug 2019 20:32

Pengacara Presiden Terguling Sudan Minta Pembebasan Omar Al-Bashir dengan Jaminan

Pengacara Presiden Terguling Sudan Minta Pembebasan Omar Al-Bashir dengan Jaminan

Sabtu, 24 Aug 2019 20:15

PBB: Lebih dari 45 Ribu Pengungsi Memasuki Eropa pada 2019

PBB: Lebih dari 45 Ribu Pengungsi Memasuki Eropa pada 2019

Sabtu, 24 Aug 2019 20:10

Masalah Menumpuk, Fahri: Lebih Baik Istana Diblokir

Masalah Menumpuk, Fahri: Lebih Baik Istana Diblokir

Sabtu, 24 Aug 2019 19:31

PW PII Jawa Barat Audiensi dengan Dinas Pendidikan

PW PII Jawa Barat Audiensi dengan Dinas Pendidikan

Sabtu, 24 Aug 2019 19:23

Muslim Moro Resmi Punya Bendera Sendiri

Muslim Moro Resmi Punya Bendera Sendiri

Sabtu, 24 Aug 2019 19:03

Pakistan Kembali Minta PBB Intervensi Kasus Kashmir

Pakistan Kembali Minta PBB Intervensi Kasus Kashmir

Sabtu, 24 Aug 2019 18:57


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X