Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.221 views

Sarat dengan Liberalisme dan Mengabaikan Pancasila, PP KAMMI Tolak RUU P-KS

PRESS REALEASE 

PENGURUS PUSAT KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA

TOLAK RUU PENGHAPUSAN KEKERASAN SEKSUAL

DPR RI, 26 AGUSTUS 2019

Dengan ini Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menyatakan penolakan pengesahan RUU P-KS karena sarat dengan nilai liberalisme yang mengabaikan Pancasila, ketahanan keluarga, agama dan moralitas bangsa Indonesia.

Pandangan KAMMI setidak-tidaknya diturunkan dalam poin-poin sebagai berikut:

1) RUU P-KS dengan sengaja mengabaikan falsafah Pancasila dan UUD N RI 1945 seraya mengambil falsafah feminisme.

    1. Sehingga RUU P-KS, di bawah term “Kekerasan Seksual” mengandung kekeliruan yang sangat fatal dalam merumuskan “siapa korban dalam pelanggaran dan/atau perbuatan kriminal pada nilai kesusilaan”.
    2. Pelacur sebagai “korban” kekerasan seksual adalah “pelaku” kejahatan seksual karena menyuburkan zina di tengah-tengah masyarakat.
    3. Pezina sebagai “korban” kekerasan seksual adalah “pelaku” kejahatan seksual karena merusak tatanan kekeluargaan.
    4. Pelaku penyimpangan seksual sebagai “korban” kekerasan seksual adalah “pelaku” kejahatan seksual yang menjadi penyakit masyarakat.
    5. RUU P-KS mengabaikan konteks dimana seseorang dapat saja merupakan pelaku kenakalan atau kejahatan seksual sebelum menjadi korban. Seharusnya pemberantasan terhadap pelanggaran dan/atau perbuatan kriminal pada nilai kesusilaan dalam masyarakat mempertimbangkan akar dari adanya kekerasan seksual yaitu kebobrokan moral dan rentannya ketahanan keluarga.
    6. Hal ini karena RUU P-KS tidak memuat agama dan moral sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28 J UUD N RI 1945 sebagai asas penegakan hukum sehingga konsep pemidanaannya hanya bertumpu pada kejadian akhir dari suatu situasi kejahatan pada nilai kesusilaan di dalam masyarakat.
    7. Pengabaian ini pada kelanjutannya merupakan upaya untuk menancapkan pemahaman feminisme yang tidak sesuai dengan Pancasila, sebagaimana tergambarkan dalam Naskah Akademik-nya.
    8. Selanjutnya Naskah Akademik RUU P-KS tidak menginginkan adanya penerapan kausalitas hukum dalam proses penyidikan. Ini merupakan penerapan dari paham permisif yang mendobrak penemuan fakta hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
    9. Dalam kasus pemaksaan aborsi misalnya, penentuan bahwa seseorang melakukan aborsi karena pemaksaan seseorang, dimungkinkan hanya berbasis keterangan satu sisi pelaku aborsi. Hal ini sangat mungkin menjadi alat bagi pelaku aborsi untuk menghindari jeratan hukum berdasarkan UU tentang Kesehatan.

2) RUU P-KS memuat kata-kata ambigu yang berbahaya dalam penafsiran hukumnya, yang sebagian di antaranya sebagai berikut:

Perbuatan lainnya

Biaya lainnya yang diperlukan

Hasrat seksual

Dokumen pendukung lainnya yang dibutuhkan oleh Korban

Relasi kuasa

Keluarga dan kelompoknya

Relasi gender

Hak penguatan psikologis

Relasi

Pendamping lain

Gender

Berspektif hak asasi manusia dan gender

Korporasi

Dokumen

Saksi

Kepentingan terbaik

Kepentingan terbaik

Penyidik menghitung untuk menentukan jenis dan jumlah Ganti kerugian bagi Korban

Lingkungan bebas kekerasan seksual

Situasi khusus lainnya

Organisasi bantuan hukum

Perbudakan seksual

Dsb…

Menimbang banyaknya kata-kata ambigu di atas, naskah RUU P-KS tidak layak untuk diterapkan sebagai naskah hukum yang seharusnya lugas dan tidak multitafsir.

3) Salah satu hal yang paling mencengangkan adalah Pasal 136 RUU P-KS yang menyebutkan bahwa korporasi dapat dipidana ganti kerugian karena melakukan kekerasan seksual. Persoalaannya, korporasi yang dimaksud di dalam RUU P-KS adalah sekumpulan orang dan/atau kekayaan yang terorganisasi baik berbadan hukum maupun bukan berbadan hukum.

    1. Pertama, korporasi dalam hukum bisnis sudah pasti berbadan hukum karena kekayaan yang terorganisasi secara terpisah dari orang per orang hanya dapat dilakukan oleh badan hukum. Mengapa RUU P-KS memuat definisi yang tidak lazim lewat kata-kata bersayap?
    2. Kedua, tidak ada korporasi berbadan hukum yang dapat secara sengaja didirikan untuk melakukan perbuatan kriminal pada nilai kesusilaan karena sudah pasti menyalahi kausa halal dalam hukum perdata Indonesia.
    3. Ketiga, korporasi dalam makna yang sesuai dengan definisi dalam RUU P-KS di atas paling mungkin di-implementasikan pada industri gelap seperti prostitusi.
    4. Sehingga penafsiran hukum atas Pasal 136 sangat logis diterapkan sebagai perlindungan bagi para pelacur yang bekerja di “korporasi” demikian. Dalam hal kasus demikian menjadi preseden peradilan, bukan tidak mungkin Indonesia digiring untuk melegalkan Industri perzinaan melalui RUU ini.

4) RUU P-KS mengabaikan ketahanan keluarga.

    1. RUU P-KS hanya melihat kejadian pelanggaran dan/atau perbuatan kriminal pada nilai kesusilaan sebagai peristiwa hukum yang terpisah dari struktur ketatamasyarakatan organik Indonesia.
    2. Pengabaian terhadap institusi keluarga turut pula menafikan nilai-nilai kehidupan yang berakar urat dalam masyarakat Indonesia.

5) RUU P-KS berpotensi menyuburkan penyimpangan seksual (LGBTQ) dan perzinaan.

    1. Bertolak belakang dengan jangkauan penegakan hukumnya yang begitu luas pada aspek pencegahan, pemidanaan, peradilan, dan pemulihan, RUU P-KS sengaja menyempitkan materi pengaturan pada kekerasan seksual.
    2. Sehingga sistem hukum yang terkait pelanggaran dan/atau perbuatan kriminal pada nilai kesusilaan hanya akan menyempit pada perspektif kekerasan seksual.
    3. Konsep sistem hukum yang dimuat dalam RUU P-KS meniadakan konsep “kausa halal” karena unsur “paksaan” menjadi variabel utama dalam mendefinisikan telah terjadinya perbuatan kriminal pada kesusilaan.
    4. RUU P-KS pada keseluruhannya akan mengacaukan penafsiran hukum atas perbuatan yang halal dan tidak halal menurut hukum. Dalam hal pelacuran dengan paksaan maka tidak diperbolehkan, dalam hal pelacuran tidak paksaan maka diperbolehkan.
    5. RUU P-KS merumuskan bahwa “saksi adalah orang yang mendengar dari korban”, bukan hanya yang melihat, mendengar dan menyaksikan sendiri suatu peristiwa hukum. Hal ini menyalahi logika hukum yang menghendaki adanya validitas fakta hukum.

6) RUU P-KS memuat aspek pendidikan yang berbahaya bagi generasi masa depan bangsa.

    1. Konsep bobrok yang tergambarkan sebagaimana di atas merupakan bahan kurikulum pendidikan yang pada kelanjutannya harus dimuat di bawah RUU P-KS.
    2. Kurikulum pendidikan dalam konteks kekerasan seksual ini sangat berbahaya karena tidak mempersoalkan mana perbuatan seksualitas yang dibenarkan dan tidak dapat dibenarkan karena hanya bertumpu pada keberadaan “persetujuan” yang dipisahkan dari tuntunan agama dan moral.

 

Sehingga tuntutan di dalam Aksi ini adalah untuk “MENOLAK PENGESAHAN RUU P-KS” dan “MENDESAK PANJA RUU P-KS DI KOMISI 8 DPR RI UNTUK MENIADAKAN PEMBAHASAN RUU P-KS”.

 

Direktur Lembaga Kajian Hukum KAMMI

Mira Fajri

Ketua Bidang Perempuan PP KAMMI

Reviana Revitasari

Ketua Umum PP KAMMI

Irfan Ahmad Fauzi

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Pers Rilis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

Latest News
Persis: RUU Pesantren Belum Mengakomodir Keragaman Model Pesantren

Persis: RUU Pesantren Belum Mengakomodir Keragaman Model Pesantren

Ahad, 22 Sep 2019 17:28

Menikmati Zona Nyaman

Menikmati Zona Nyaman

Ahad, 22 Sep 2019 17:15

Komisi PRK MUI Ingin Memotret Aktivitas Ormas Perempuan

Komisi PRK MUI Ingin Memotret Aktivitas Ormas Perempuan

Ahad, 22 Sep 2019 17:10

Malaysia Larang Film Baru Jenifer Lopez Hustlers Karena Banyak Adegan dengan 'Konten Cabul'

Malaysia Larang Film Baru Jenifer Lopez Hustlers Karena Banyak Adegan dengan 'Konten Cabul'

Ahad, 22 Sep 2019 16:45

Saat Manusia Tersandera Hawa Nafsu

Saat Manusia Tersandera Hawa Nafsu

Ahad, 22 Sep 2019 11:55

Listrik pun Beralih Ke Pangkuan China

Listrik pun Beralih Ke Pangkuan China

Ahad, 22 Sep 2019 11:39

PD Muhammadiyah Pulang Pisau Sabtu Gelar Shalat Istisqa, Ahad Hujan Deras

PD Muhammadiyah Pulang Pisau Sabtu Gelar Shalat Istisqa, Ahad Hujan Deras

Ahad, 22 Sep 2019 10:13

Dosen Attaqwa Bekasi: Penafsiran Abdul Aziz Tak Utuh

Dosen Attaqwa Bekasi: Penafsiran Abdul Aziz Tak Utuh

Ahad, 22 Sep 2019 09:03

Juni 2020, Jakarta Tuan Rumah Kejuaraan Internasional Formula E

Juni 2020, Jakarta Tuan Rumah Kejuaraan Internasional Formula E

Ahad, 22 Sep 2019 08:08

Kondisi Mesir Memanas, Rakyat Meminta Al-Sisi Mundur

Kondisi Mesir Memanas, Rakyat Meminta Al-Sisi Mundur

Ahad, 22 Sep 2019 07:29

Soal Karhutla, Berikut Pernyataan Sikap PB PII

Soal Karhutla, Berikut Pernyataan Sikap PB PII

Ahad, 22 Sep 2019 07:27

Gerakan Nasional Kedaulatan Pangan untuk Umat

Gerakan Nasional Kedaulatan Pangan untuk Umat

Ahad, 22 Sep 2019 07:09

Wali Kota Bandung Apresiasi Hadirnya Universitas Persis

Wali Kota Bandung Apresiasi Hadirnya Universitas Persis

Ahad, 22 Sep 2019 06:38

Kenapa Harus Halal Tour?

Kenapa Harus Halal Tour?

Ahad, 22 Sep 2019 06:17

Wahdah Jakarta Buka Kelas Inkubasi UKM Bersama Trainer Google

Wahdah Jakarta Buka Kelas Inkubasi UKM Bersama Trainer Google

Sabtu, 21 Sep 2019 22:07

Kepala Mossad Israel Bersiap Gantikan Netanyahu sebagai Pimpinan Partai Likud

Kepala Mossad Israel Bersiap Gantikan Netanyahu sebagai Pimpinan Partai Likud

Sabtu, 21 Sep 2019 21:45

Aparat Keamanan Mesir Tangkap Ratusan Orang Setelah Demonstrasi Menuntut Pemecatan Al-Sisi

Aparat Keamanan Mesir Tangkap Ratusan Orang Setelah Demonstrasi Menuntut Pemecatan Al-Sisi

Sabtu, 21 Sep 2019 21:15

Pasukan Israel Tembak 2 Wartawan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pasukan Israel Tembak 2 Wartawan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Sabtu, 21 Sep 2019 20:45

Ratusan Ribu Tweet Tuntut Abdel Fattah Al-Sisi Dipecat dari Jabatan Presiden Mesir

Ratusan Ribu Tweet Tuntut Abdel Fattah Al-Sisi Dipecat dari Jabatan Presiden Mesir

Sabtu, 21 Sep 2019 20:16

Rencana Kemenag Hapus Materi Perang dari Kurikulum Madrasah itu Lacut!

Rencana Kemenag Hapus Materi Perang dari Kurikulum Madrasah itu Lacut!

Sabtu, 21 Sep 2019 19:54


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Kamis, 19/09/2019 08:40

Menyoal Film The Santri