Kunci Jawaban Buku Tematik Tema 8 Kelas 4 SD Halaman 126 128 129 130 131 Subtema 3 Pembelajaran 1

Simak pembahasan kunci jawaban Buku Tematik Kelas 4 Tema 8, Subtema 3 Pembelajaran 1, halaman 126, 128, 129, 130, dan 131 berikut ini. Buku Tematik untuk kelas 4 SD/MI Tema 8 berisi tentang materi Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku. Buku Tematik Tema 8 Kelas 4 SD yang dibahas berikut ini, merupakan Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2017.

Berikut kunci jawaban dan pembahasan materi pembelajaran 1 Buku Tematik kelas 4 tentang Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku. 1. Gaya Memengaruhi benda diam menjadi bergerak Gambar di atas menunjukkan peristiwa pintu terbuka dan pintu menutup. Dengan adanya gaya berupa dorongan dan tarikan pintu bergerak membuka dan menutup.

2. Gaya memengaruhi benda bergerak menjadi diam. Gambar di atas menunjukkan peristiwa bus dari melaju kemudian berhenti. Pada peristiwa itu pak sopir melakukan gaya dengan menginjak rem bus.Dengan gaya yang dilakukan pak sopir bus menjadi lambat, lalu berhenti. 3. Gaya memengaruhi perubahan bentuk benda.

Gambar di atas menunjukkan peristiwa perubahan bentuk plastisin. Pada peristiwa itu anak bermain plastisin dengan melakukan gaya membentuk berbagai bentuk dari plastisin. Dengan gaya yang dilakukan, plastisin menjadi berubah bentuk. 4. Gaya memengaruhi perubahan arah gerak benda. Gambar tersebut menunjukkan peristiwa perubahan arah gerak bola karena gaya yang diberikan pada bola. Pada peristiwa itu bola dilambungkan ke atas sehingga bola bergerak ke atas. Kemudian, bola dipukul ke depan sehingga bola bergerak ke arah depan.

Amatilah peristiwa di lingkunganmu yang berkaitan dengan hubungan antara gaya dan gerak. Tuliskan hasil pengamatanmu pada kotak berikut. Laporan Hasil Pengamatan Nama: Brian

Kelas: IV Alamat: Bandung Gaya merupakan suatu tarikan atau dorongan yg menyebabkan benda berubah posisi ataupun arah gerak

Objek atau peristiwa yang diamati: Mendorong mobil yang mogok Hasil pengamatan berupa hubungan gaya dan gerak sesuai peristiwa: Gaya dapat memengaruhi benda diam menjadi bergerak. Saat mobil diam (mogok), gaya yang bekerja pada mobil tidak ada. Saat ada orang mendorong dari belakang, maka mobil akan bergerak (berpindah posisi) ke arah depan. Objek yang diamati: Mengerem sepeda

Hasil pengamatan berupa hubungan gaya dan gerak sesuai peristiwa: Gaya dapat memengaruhi benda bergerak menjadi diam. Saat sepeda bergerak, artinya ada gaya yang bekerja padanya. Kemudian saat sepeda diberikan gaya pengereman, maka sepeda menjadi berkurang kecepatannya hingga berhenti. Objek yang diamati: Mobil yang sedang melaju Hasil pengamatan berupa hubungan gaya dan gerak sesuai peristiwa: Gaya dapat memengaruhi benda bergerak lebih cepat atau lebih lambat. Mobil bisa berjalan, dan melaju lebih cepat karena adanya gaya yang bekerja di dalam mesin.

Objek yang diamati: Permainan Kasti Hasil pengamatan berupa hubungan gaya dan gerak sesuai peristiwa: Gaya dapat memengaruhi arah gerak suatu benda.Pemain kasti yang memukul bola kasti. Saat pemain kasti memukul bola kasti yang dilemparkan padanya bola tersebut terpental balik ke arah lain. Ikuti cerita dalam bacaan yang dibaca oleh Siti berikut.

Alkisah, ada seorang petani sederhana memiliki seekor angsa. Angsa yang dimiliki petani bukan sekadar angsa biasa, melainkan angsa yang cantik dan istimewa. Keistimewaannya adalah angsa milik petani menghasilkan telur emas. Petani senang memiliki angsa istimewa itu. Setiap pagi petani bisa mengambil telur emas di kandang. Petani membawa telur emas dari angsa miliknya ke pasar. Petani menjual telur emas dengan harga tinggi. Dalam waktu singkat petani berubah menjadi kaya. Kekayaan ternyata tidak membuat petani lebih bersyukur dan tetap rendah hati. Sebaliknya, kekayaan membuat petani serakah. Petani menginginkan angsa bisa menghasilkan telur emas lebih banyak lagi dalam waktu singkat.

Petani tidak sabar dan ingin cepat menjadi orang kaya raya. Ketidaksabaran petani terhadap angsa miliknya muncul karena angsa hanya memberikan sebuah telur setiap hari. Petani merasa dia tidak akan cepat menjadi kaya dengan cara begitu. Setiap hari sepulang dari pasar, petani menghitung uangnya. Suatu hari, setelah menghitung uangnya, sebuah gagasan muncul di kepala petani. Petani berpikir bahwa ia akan mendapatkan semua telur emas dalam diri angsa sekaligus dengan cara memotong angsa. Gagasan petani pun dilaksanakan. Betapa kaget dan sedihnya petani ketika tidak menemukan satu telur pun dalam perut angsa. Angsa istimewanya terlanjur mati dipotong. Hanya penyesalan yang bisa petani rasakan saat ini. Keinginan petani menjadi kaya raya semakin jauh dari angan angannya.

Dari cerita di atas kita dapat mengambil hikmah atau pembelajaran. Kita sebagai manusia harus mensyukuri yang sudah dimiliki. Jangan serakah hanya karena ingin cepat kaya. Sesungguhnya Tuhan sudah mengatur rezeki manusia. “Barang siapa yang telah memiliki sesuatu dengan berlimpah, tetapi serakah dan menginginkan yang lebih lagi, akan kehilangan semua yang dimilikinya”. Berdasarkan bacaan cerita “Angsa dan Telur Mas” di atas, jawablah pertanyaan pertanyaan berikut!

1. Apa inti dari teks cerita tersebut? Inti dari cerita tentang seorang petani yang memiliki angsa istimewa. Angsa tersebut dapat bertelur emas. Petani ingin angsanya banyak bertelur supaya ia cepat kaya 2. Siapakah tokoh utama dalam cerita tersebut?

Tokoh utama dalam cerita adalah petani. 3. Bagaimanakah sikap yang dimiliki tokoh utama? Sikap yang dimiliki petani yaitu tamak dan tidak pernah merasa cukup.

4. Bagaimanakah seharusnya sikap tokoh utama atas nikmat yang sudah ia peroleh? Seharusnya, tokoh utama bersyukur atas nikmat yang sudah ia peroleh. 5. Apa yang akan kamu lakukan jika menjadi tokoh utama dalam cerita tersebut?

Jika menjadi tokoh utama dalam cerita tersebut, saya akan bersyukur terhadap rezeki yang telah saya peroleh. Pada dasarnya, cerita fiksi adalah cerita rekaan. Isi cerita fiksi dibuat berdasarkan hasil olahan imajinasi atau daya pikir pengarangnya secara artistik dan intens. Cerita fiksi diwarnai oleh kultur, pengalaman batin, filosofi, religiositas, dan latar belakang pengarang lainnya. Selain itu, cerita fiksi diolah berdasarkan pandangan, tafsiran, kecerdikan, wawasan, dan penilaian pengarang terhadap berbagai peristiwa, baik peristiwa nyata maupun peristiwa hasil rekaan semata.

Banyak cerita fiksi yang dapat kamu baca di perpustakaan sekolah atau di toko toko buku. Buatlah kelompok terdiri atas lima anak. Kemudian, setiap anak mencari lima judul cerita fiksi, baik di perpustakaan sekolah, di toko toko buku, maupun dari internet. Mintalah pendampingan kakak atau orang tua pada saat mengakses internet. Cerita yang diperoleh setiap siswa, hendaknya dibaca oleh 4 anak anggota kelompok. Setelah kelima anak membaca cerita yang diperoleh, berdiskusilah mengenai inti cerita. Kemudian, tuliskan hasil diskusi pada kotak tabel berikut. 1. Judul cerita: Angsa dan Telur Emas

Tokoh dalam cerita: Petani Sifat tokoh dalam cerita: Serakah Inti cerita dari hasil diskusi: Seorang petani yang serakah memiliki seekor angsa istimewa bertelur emas. Karena sifat keserakahannya, petani memotong angsanya supaya cepat kaya. Namun, hasilnya tidak ada emas di dalam perut angsa. Angsanya mati dan petani akhirnya menyesali perbuatannya.

2. Judul cerita: Malin Kundang Tokoh dalam cerita: Malin Kundang dan Ibu Malin Kundang. Sifat tokoh dalam cerita: Malin kundang bersifat pemarah, angkuh, dan durhaka. Ibu malin kundnag bersifat baik, sabar, dan penyayang.

Inti cerita dari hasil diskusi: Seorang anak yang bernama Malin dikutuk oleh ibunya menjadi batu karena durhaka dan tidak mau mengakui ibunya setelah ia berhasil menjadi saudagar yang kaya raya. 3. Judul cerita: Keong Emas Tokoh dalam cerita: Kertamarta, Inu Kertapati, Candra Kirana, Dewi Galuh, Penyihir, Nenek

Sifat tokoh dalam cerita: Putri Candra kirana bersifat baik, cerdas, dan rajin. Pangeran Inu Kertapati bersifat setia dan pantang menyerah. Raja kertamarta bersifat bijaksana. Dewi Galuh bersifat iri hati dan jahat. Penyihir bersifat kejam. Nenek bersifat suka menolong. Inti cerita dari hasil diskusi: Pangeran Inu Kertapati ingin mempersunting anak raja Kertamata, yaitu putri Candra Kirana. Namun, saudara putri yang bernama Dewi Galuh merasa iri dan menyingkirkan putri dari istana melalui bantuan penyihir. Putri dikutuk dan diubah menjadi keong mas. Keong mas tersebut diselamatkan oleh seorang Nenek. Pangeran Inu Kertapati yang mencintai putri Candra Kirana terus mencarinya hingga akhirnya mereka dipertemukan, dan kutukan yang diberikan oleh penyihir pun hilang.Putri Candra Kirana kembali ke istana dan melaporkan perbuatan Dewi Galuh. Dewi Galuh dihukum oleh raja Kertamarta. Putri Candra Kirana pun menikah dengan pangeran Inu Kertapati dan hidup bahagia. 4. Judul cerita: Roro Jonggrang

Tokoh dalam cerita: Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso Sifat tokoh dalam cerita: Roro Jonggrang bersifat sopan santun, curang, dan ingkar janji. BandungBondowongso bersifat sombong, kejam, sakti, arogan, dan pendendam. Inti cerita dari hasil diskusi: Bandung Bondowongso seorang ksatria yang terkenal kejam dan telah membunuh Prabu Baka, ayah dari Roro Jonggrang, ingin mempersunting Roro Jonggrang. Roro jonggrang berjanji kepada Bandung Bondowongso akan menerima lamarannya apabila Bandung Bondowongso dapat menyelesaikan pembuatan 1000 candi dalam 1 malam. Bandung Bondowongso dengan kesaktiannya dibantu oleh para jin hampir menyelesaikan pembangunan candi tersebut dalam waktu tiga perempat malam. Hanya tinggal 1 candi yang belum terselesaikan. Roro Jonggrang yang tidak menyukai Bandung Bondowongso pun cemas, ia ingkar janji dan berbuat curang supaya candi tersebut tidak dapat diselesaikan Bandung Bondowongso sebelum subuh. Bandung Bondowongso mengetahui kecurangan yang dilakukan Roro Jonggrang merasa sakit hati lalu mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi terakhir.

5. Judul cerita: Kancil dan Siput Tokoh dalam cerita: Kancil, Siput Sifat tokoh dalam cerita: Kancil bersifat sombong.

Inti cerita dari hasil diskusi: Kancil merupakan seekor hewan pelari kencang yang sombong. Ia mengejek siput yang berjalan lambat. Siput tidak terima dengan ejekan tersebut lalu memikirkan cara untuk mengalahkan kesombongan kancil. Dengan strategi yang dilakukan siput dan kawan kawannya, akhirnya kancil pun dikalahkan oleh siput. 6. Judul cerita: Asal usul Burung Cenderawasih Tokoh dalam cerita: Kweiya, Ibu Kweiya, Pria tua, adik tiri Kweiya.

Sifat tokoh dalam cerita: Ibu Kweiya bersifat baik hati. Kweiya bersifat baik hati dan sabar. Pak tua bersifat baik hati. Adik adik tiri Kweiya bersifat iri hati dan jahat. Kunci jawaban tersebut hanya sebagai panduan untuk orang tua mengoreksi jawaban anak. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Previous Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *