Sederet Fakta Angin Puting Beliung di Wonogiri, Videonya Viral dan Berikut Penjelasan BPBD Setempat

Rekaman kejadian ini tersebar luas dan diunggah oleh sejumlah akun Instagram, seperti @explore_wonogiri. Terlihat dalam video yang dibagikan ada pusaran angin berada di atas Waduk Gajah Mungkur. Warga yang mengetahui hal itu tak sedikit yang histeris dan merekamnya melalui kamera ponsel.

"Ya Alloh, itu benar berada di sebelah timur, orangnya pada lari semua," kata warga dalam video tersebut. Hingga saat ini video yang diunggah @explore_wonogiri telah ditonton puluhan ribu kali dan menuai tanggapan dari warganet lainnya. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Hariyadi saat dikonfirmasi membenarkan fenomena tersebut.

Peristiwa itu, kata dia, terjadi di atas Waduk Gajah Mungkur pada Rabu (20/1/2021) sekitar pukul 15.30 WIB. “Itu memang betul terjadi. Kejadian sekitar pukul 15.30 WIB. Durasi sekitar sepuluh hingga 15 menit,” ujar Bambang saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon seluler, Rabu. Setelah beberapa menit berputar di atas waduk tersebut, pusaran angin lalu mengarah ke selatan dan tidak sampai ke pemukiman warga.

"Persisnya di tengah waduk, mengarah ke barat, kemudian sebelum sampai wilayah pemukiman, dia (puting beliung) kembali ke selatan," kata Bambang. Angin puting beliung atau yang biasa disebut cleret tahun oleh warga itu, dijelaskan dia, hampir selalu muncul setiap tahun di lokasi yang sama. Meski demikian, sejauh ini tidak ada laporan hingga merusak pemukiman warga atau adanya korban jiwa.

Tak berselang lama setelah kemunculan angin puting beliung di Wonogiri itu, sejumlah rumah dilaporkan rusak parah diterjang angin. Adapun lokasinya berada di Kecamatan Tawangsari dan Bulu, Sukoharjo, yang lokasinya tak jauh dari Wonogiri. Pengelola pemancingan di Tawangsari, Kuntoaji mengatakan hujan deras disertai angin kencang itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.

Akibatnya, atap rumah dan tempat makan di pamancingannya roboh. "Biasanya atap masih kuat, karena angin yang kencang itu atap gak kuat, hingga pondasi sebelah selatan gak kuat menyangga, sehingga roboh," kata dia. Beruntung saat kejadian itu lokasi pemancingannya sudah tutup. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

"Saat kejadian pemancing sudah pada pulang. Ada dua orang pemancing yang mau pulang tapi masih meneduh, karyawan, dan saya," kata dia.

Previous Article
Next Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *